Korban Dimintai Uang Rp 750 Juta untuk Nyaleg

0
anggota-dprd-sragen-tewas

*Terungkapnya Pembunuhan Anggota DPRD Sragen

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com- Polres Wonogiri terus mengembangkan kasus pembunuhan terhadap Sugimin (51) anggota DPRD Kabupaten Sragen yang diracun, 16 April lalu. Polisi menetapkan Nurhayati (41) seorang warga Lingkungan Kaloran, Kelurahan Giritirto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri sebagai tersangka.
 
Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati didampingi Kasatreskrim AKP Aditya Mulya Ramadhani mengatakan, aksi pembunuhan itu dilatarbelakangi tekanan dan ancaman dari korban. Tersangka mengaku nekat melakukannya karena korban terus menerus minta uang. Korban yang juga menjalin asmara dengan tersangka itu mengancam akan menculik anak Nurhayati yang masih berusia delapan tahun, apabila permintaannya tidak dipenuhi.
 
“Korban terus minta uang. Sebelumnya minta Rp 10 juta dikasih. Lalu yang terakhir minta Rp 750 juta untuk jadi caleg (Calon Legislatif) tidak dikasih. Korban juga mengancam akan menculik anak tersangka yang masih kelas 3 SD,” kata Kapolres.
 
Karena tidak tahan dengan tekanan, tersangka nekat meracuni korban yang merupakan warga Dukuh Karangnongko RT10 RW3 Masaran, Kabupaten Sragen itu. Aksi meracuni korban dilakukan sejak Kamis, 11 April lalu. “Tersangka sempat kasihan, kemudian dibawa ke rumah sakit Marga Husada Wonogiri,” katanya.
 
Setelah keluar dari rumah sakit, tersangka kembali meracuni korban dengan cara serupa. Namun, tersangka kembali merasa kasihan sehingga melarikan korban ke rumah sakit Dr Oen Sukoharjo.
 
Setelah keluar dari rumah sakit Dr Oen, tersangka kembali sakit hati karena diancam oleh korban. Akhirnya, tersangka kembali meracuni korban hingga meninggal dunia, Senin (16/4). “Tersangka memasukkan racun tikus ke dalam obat diare korban. Jumlah totalnya sebanyak empat kapsul. Nyawa korban tidak tertolong sebelum sempat dibawa ke RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri,” terangnya.
 
Dokter yang melakukan visum curiga karena  pupil mata korban mengecil. Biasanya, pupil mata orang yang meninggal membesar. Dokter menduga hal itu karena pengaruh obat-obatan atau merasakan sakit sebelum meninggal. Alhasil, dokter menyarankan agar jenazah korban diotopsi. Satreskrim Polres Wonogiri kemudian menyelidiki kasus itu sehingga berhasil mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. “Hasil otopsi, darah korban mengandung racun,” imbuhnya.
 
Sementara itu, Leonardus Agus S selaku pengacara tersangka mengatakan, pihaknya tidak menampik fakta adanya pembunuhan terhadap korban. Namun, pihaknya berharap latar belakang aksi itu bisa menjadi pertimbangan untuk memperingan hukuman terhadap kliennya. (Khalid Yogi)

 

Tinggalkan Pesan