41 Ponsel, 29 Pisau dan Barang Berbahaya Lainnya Dimusnahkan

0
pemusnahan-bb-rutan-surakarta

*Diselundupkan ke dalam Rutan

SOLO, suaramerdekasolo.com- Masih banyak pengunjung yang membawakan barang terlarang masuk ke dalam rutan. Buktinya dalam operasi selama satu tahun terakhir, petugas Rutan Klas 1 A Surakarta dapat menyita 41 handphone, 29 pisau, dan banyak barang berbahaya lainnya yang ditemukan di blok tahanan yang dihuni para napi dan tahanan.

Nah, semua barang hasil sitaan milik para napi tersebut, Sabtu (27/4) pagi, dimusnahkan di halaman rutan.
Upaya memusnahkan barang bukti itu dilaksanakan bertepatan hari Bhakti Pemasyarakatan yang ke-55.

Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Andi Rahmanto mengemukakan, barang-barang yang dimusnahkan sengaja dibawa para pengunjung titipan napi atau tahanan. “Semua barang bukti yang kami musnahkan hasil operasi sejak Agustus 2018 hingga April 2019, ” jelas Andi Rahmanto.

Dalam menegakkan aturan dan disiplin, KPR mewakili Karutan, M Ulin Nuha menegaskan, bagi warga binaan yang kedapatan menyimpan barang terlarang diberikan sanksi tegas yakni dimasukkan ke dalam sel khusus. Lamanya menjalani sanksi berdasar tingkat kesalahannya.

Selain itu, lanjut Andi, bagi warga binaan yang membawa narkoba akan dikenakan sanksi administratif yakni tidak bisa mengajukan remisi, bebas bersyarat, cuti bersyarat dan tidak bisa mengajukan untuk program-program binaan lainnya.
Namun hingga sekarang, kata KPR, belum ada warga binaan yang terbukti membawa narkoba. Meski begitu, petugas terus memantau dan memperketat pengawasan terhadap warga binaan guna mengantisipasi masuknya narkoba di rutan.

Adapun barang bukti sitaan yang dimusnahkan diantaranya 41 ponsel, 29 pisau, 30 kartu perdana, 12 alat judi dadi, 25 charger, 57 alat pencukur jenggot. Selain itu, barang lain yang dimusnahkan yakni 1 mesin tato, 6 gunting stainless dan 9 sendok stainless. Pemusnahan barang terlarang tersebut dilakukan dengan cara dibakar di dalam sebuah tong. (Sri Hartanto)

Tinggalkan Pesan