Ramadhan, Masjid Agung Kembali Gelar Tarawih Satu Juz Semalam

0
Tarawih-Satu-Juz-Karanganyar

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com –  Masjid Agung Karanganyar kembali menggelar shalat tarawih satu juz dalam semalam memasuki Ramadhan tahun ini,. Bahkan khataman lewat shalat lail itu akan diselesaikan pada malam ke-27 Ramadhan, sehingga pada sepuluh malam terakhir akan ditambah lebih dari satu juz.

Ini sekaligus merupakan shalat tarawih terakhir dengan kondisi masjid yang sep[erti sekarang. Sebab setelah hari raya Idul Fitri, masjid Agung akan dirobohkan sebab tiga tahun akan dibangun sebuah masjid baru seperti Masjid Nabawi di Madinah dengan dana Rp 101 miliar.

Pada saat masa pembangunan masjid baru, jamaah shalat biasa, jamaah pengajian ahad pagi, jamaah pengajian Sabtu pagi, jamaah pengajian wanita Rabu pagi, jamaah pengajian khusus setiap malam bakda magrib akan dipindah sementara. Entah dimana tempatnya namun sudah direncanakan di barat masjid.

Ketua Takmir Masjid Agung yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Karanganyar Ustadz Abdul Muid mengatakan, tarawih satu juz memang akan dijadikan cirikhas dan menjadi trade mark Masjid Agung Karanganyar.

Mentradisikan shalat lail di malam Ramadhan yang panjang seperti itu sudah memasuki tahun kelima. Pada awalnya biasanya pesertanya lumayan banyak, masjid berkapasitas sekitar 2.000 jamaah penuh.

Namun lama kelamaan susut sampai separoh, namun menjelang akhir Ramadhan justru mulai banyak lagi dan kembali penuh. Karena minat jamaah yang tinggi, kemudian shalat panjang ini ditradisikan setiap tahun.

Ditradisikan

Dia mengatakan, awalnya justru permintaan jamaah yang ingin shalat tidak sekadar pendek-pendek, sebagaimana ciri khas tarawih selama ini. Kemudian takmir mencoba saat itu hanya digelar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir.

‘’Di luar dugaan, tahun 2015 justru jamaah yang mendesak kenapa tidak ditradisikan saja sebulan penuh khataman Alquran lewat shalat tarawih. Karena jamaah yang menantang, akhirnya takmir memenuhi,’’ kata Abdul Muid.

Sebagai daya tarik, imam shalat diambilkan dari para hafidz yang ada di Ponpes Isy Karima yang memang memiliki ratusan santri hafidz 30 juz. Tidak hanya itu, kemudian juga mengundang hafidz dari Timur Tengah yang kebetulan bertamu di ponpes tersebut.

Setiap tahun ada puluhan Syech dari Mesir, Sudan, Makkah, Madinah, dan lainnya yang datang ke Isy Karima bertepatan dengan bulan Ramadhan. Mereka itulah yang kemudian diminta mengimami shalat tarawih di Masjid Agung Karanganyar.

‘’Karena itu kesannya menjadi seperti tarawih di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi saja ketika mengikuti tarawih satu juz di Masjid Agung. Semua menjadi tertarik, shalat panjang sekitar dua jam menjadi tak terasa karena bacaan imam sangat bagus.’’

Untuk tahun ini, beberapa syech dari Mesih dan Madinah Yaman akan kembali diundang menjadi imam, bahkan mereka sudah  beberapa bulan ini ada di Karanganyar. Antara lain Syech Abdul Aziz dan Syech Romadlon Abdul Karim serta lainnya.(Joko DH)

Tinggalkan Pesan