RSST Operasi Bedah Saraf Langka

0
bedah-klaten
TIM BEDAH : Tim bedah saraf RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro sedang menangani operasi trigeminal neuralgia. (Suaramerdekasolo.com/Ahmad Husein)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Penyakit trigeminal neuralgia merupakan penyakit langka berkaitan dengan jaringan saraf yang jarang terjadi. Kasusnya hanya berkisar 6 sampai 8 dari 100.000 orang penduduk. RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro (RSST) merupakan RS di Klaten yang pertama kali berhasil melakukan operasi penyakit itu dengan sukses.
Dokter Wisnu Baskoro, Sp.BS selaku ketua tim mengatakan operasi sudah berhasil dilakukan pekan lalu terhadap satu pasien. ” Lega sebab tidak perlu masuk ICU meskipun risikonya tinggi,” jelasnya, Jumat (3/5). Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Jember itu mengatakan RSST baru sekali ini melakukan tindakan operasi bedah saraf mikro pada pasien dengan penyakit trigeminal neuralgia menggunakan teknik microvascular decompresi (MVD). Trigeminal neuralgia gejalanya ditandai dengan nyeri mendadak pada satu sisi wajah. Nyeri bisa datang dan pergi secara tiba tiba dan dirasakan seperti tertusuk atau tersengat listrik pada satu sisi wajah tempat persarafan dari saraf trigeminal (nervus V). Trigeminal neuralgia merupakan nyeri wajah yang jarang terjadi sebab kasus berkisar 6 sampai 8 dari 100.000 orang. Pasien dengan trigeminal neuralgia seringkali datang dengan skala nyeri sangat hebat skala nyeri 9-10 dan sangat mengganggu aktifitas.

Tanpa Pemicu

Nyeri itu, kata Wisnu, dapat dipicu oleh aktivitas tertentu seperti mencuci muka, menggosok gigi, dan terkenan angin/AC, namun bisa juga timbul tanpa pemicu. Penyebabnya karena adanya faktor iritasi mekanik pada saraf trigeminal di daerah batang otak yang biasanya paling sering karena suatu jepitan pembuluh darah dan tumor. Pasien yang ditanganinya itu datang sudah empat tahun mengidap. Selama itu hanya diberi obat anti nyeri dan tidak sembuh. Setelah dicek ternyata jepitan pembuluh darah di otak. Operasi mikrovaskular dekompresi yang dilakukan menggunakan mikroskop khusus yang menjangkau batang otak sehingga visualiasi anatomis batang otak beserta struktur saraf dan pembuluh darahnya terlihat jelas. Namun memiliki resiko tinggi karena tidak boleh ada sedikitpun cedera pada batang otak otak sehingga memerlukan ketelitian dan akurasi yang tinggi. Dokter Andrianto Purnawan, Sp.BS, tim lainnya mengatakan selain operasi daerah batang otak, RSST pekan lalu berhasil melakukan operasi hidrosefalus dengan teknik endoskopi otak pertama di Klaten. Pada pasien dengan hidrosefalus itu pasien tidak memerlukan pemasangan selang kepala (VP shunt) permanen di tubuhnya. Operasi lain yang baru pertama dan berhasil dilakukan RSST selain dua jenis itu adalah operasi tumor tulang belakang. (Ahmad Husein)

Tinggalkan Pesan