Bupati Yakin Klaten Raih Predikat WTP

0
54
kumpul-bujono-wtp-klaten
KEMBUL BUJONO : Para pejabat, tamu dan puluhan anak panti asuhan makan bersama kembul bujono pada perayaan ulang tahun Bupati Sri Mulyani di rumah dinasnya, Sabtu (4/5).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Tahun 2019 ini, Bupati Sri Mulyani yakin Pemkab Klaten bisa meraih opnini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah tahun 2018. Meski demikian, Pemkab Klaten masih harus menindaklanjuti beberapa rekomendasi yang diberikan BPK.
‘’Tim pemeriksa BPK sudah pamitan, Jumat (3/5) pukul 16.00 WIB. Masih ada rekomendasi yang harus ditindaklanjuti, namun rekomendasinya hanya terkait administrasi saja sehingga tidak memberatkan. Opini BPK rencananya akan keluar 27 Mei 2019, doakan semoga bisa dapat WTP,’’ ujar Bupati Sri Mulyani.

Itulah harapan terbesar Bupati yang diungkapkan kepada wartawan di sela-sela tasyakuran ulang tahunnya di rumah dinas bupati Jalan Pemuda, Klaten Tengah, Sabtu (4/5). Acara itu dihadiri Sekda Jaka Sawaldi, perwakilan Forkompimda, para pejabat Pemkab Klaten, media massa dan puluhan anak dari Yayasan Pemeliharaan Bayi Telantar Sri Mekar.

Opini WTP diyakini merupakan harapan dari seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat Kabupaten Klaten. Sebelumnya, para ASN sangat serius menyelesaikan laporan keuangan daerah. Mereka juga diminta untuk segera menindaklanjuti rekomendasi BPK. Pimpinan OPD diminta untuk secepatnya melakukan perbaikan agar semua sesuai rekomendasi BPK.
‘’Saya selalu bilang WTP-WTP itu hanya karena ingin mengembalikan apa yang pernah diraih Pemkab Klaten tahun 2015 lalu. Sejak ada musibah tahun 2016, predikat WTP lepas dan saya bertekad untuk meraih kembali dengan dukungan seluruh ASN dan masyarakat Klaten,’’ tegas Bupati.

Baca : Peluncuran Program Matur Jujur

Predikat WTP


Di tahun terakhir masa pemerintah Bupati Sunarna, Klaten berhasil meraih predikat WTP. Namun, sejak tahun 2016, predikat itu lepas. Tepatnya sejak Bupati Klaten Sri Hartini terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat itu, Sri Mulyani masih menjadi wakil bupati.
‘’Ada yang sudah terjadi dijadikan pelajaran berharga, agar ke depan tidak terulang lagi. Memang opini WTP tidak menjamin sudah tidak ada korupsi, namun minimal masyarakat menilai bahwa Pemkab Klaten sudah menjalankan pertanggungjawaban keuangan dengan baik. Ke depan, kinerja yang bersih harus terus ditingkatkan,’’ tegas dia.
Dalam tasyakuran ulang tahunnya, Bupati berharap agar seluruh pimpinan OPD selalu mengedepankan kerja nyata dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Mereka harus menjadi teladan bagi anak buahnya. Keiklasan dan ketulusan dalam melayani masyarakat akan mendukung berjalannya pembangunan di Kabupaten Klaten.
Usai dipanjatkan doa, hadirin dhahar kembul bujono dengan alas daun pisang secara lesehan di pendapa belakang. Ada minuman dawet khas Bayat. Sekda Jaka Sawaldi mewakili ASN menyampaikan doa dan harapan untuk Bupati yang duduk didampingi suaminya Sunarna yang juga mantan bupati Klaten periode 2005-2015.(Merawati Sunantri)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here