Kirim Surat Ke Presiden, Bupati Keukeuh Tolak Penutupan Jalan Bawah Fly Over

0
flayover-palur-karanganyar
FLY OVER PALUR – Jalan bawah fly over Karanganyar yang rencananya akan ditutup PT KAI. (suaramerdekasolo.com/Joko DH

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.comPenolakan Bupati Juliyatmono atas rencana penutupan jalan di bawah fyly over Palur karena akan dipasangi wessel dari PT Kereta Api Indonesia, ternyata tidak main-main. Bupati secara resmi melayangkan surat kepada Menhub Budi Karya Sumadi dan Presiden Jokowi.

‘’Saya tidak main-main, sebab ini menyangkut trasportasi banyak orang menuju dan meninggalkan Karanganyar. Saya tidak ingin jika penutupan jalan bawah fly over itu membuat mati perekonomian dan menyusahkan banyak orag,’’ kata dia kepada wartawan, Senin.

Surat sudah ditandatanganinya dan siap dikirim oleh Sekda Sutarno ke Jakarta, agar secepatnya diterima Presiden dan Menhub agar segera dicarikan solusinya. Sebagai perusahaan negara yang besar, pasti memiliki cara dan teknologi lain yang lebih baik.

Baca : Sragen Miliki Lapangan Tembak Berstandar Lomba

Juliyatmono mengaku tidak mau berurusan dengan PT KAI namun langsung dengan Menhub dan Presiden yang mengurus langsung masalah itu. Kalau hanya berurusan dengan PT KAI malah tidak bisa selesai.

Sebagaimana diwartakan, untuk keperluan rel ganda kereta api yang akan diresmikan Presiden sendiri, PT KAI akan memasang wessel, alat untuk memantau langsir kereta api. Alat itu mengharuskan menutup jalan di bawah fly over karena tidak boleh dilewati kendaraan berat seperti truk, karena bisa mengakibatkan wessel yang didatangkan dari luar negeri itu bisa rusak.

Akibat penutupan jalan itu maka seluruh kendaraan yang akan dan meninggalkan Karanganyar menuju Sragen dan Solo harus memutar di Jurug sehingga memerlukan waktu dan jarak yang lama. Masalahnya warga yang melintas banyak tukang sayur, anak sekolah yang jika harus memutar memerlukan jarak tempuh dan waktu.

Bupati mengatakan, dia sudah secara lisan melaporkan masalah itu kepada Presiden dan Menhub saat bertemu di Istana Bogor, dan juga saat Presiden meresmikan Waduk Gondang. Dan kini laporan itu diperkuat dengan surat resmi.

‘’Sekarang tinggal menunggu saja apa kebijakan PT KAI, saya kira mereka punya teknologi yang hebat untuk masalah itu tanpa menutup jalan. Sebab secara ekonomis itu merugikan masyarakat, dan kita tidak bisa hanya berdasarkan undang-undang saja.

Eko Supriyanto Humas PT  KAI Daops IV Yogyakarta mengatakan, sampai saat ini kelanjutan rencana pemasangan wessel itu belum dibahas lagi oleh PT KAI karena saat ini sedang ngebut mengurus kereta bandara Adi Sumarmo Solo yang juga harus segera selesai. Maka pemasangan wessel ditunda. Perkara surat Bupati, biar nanti saja dibicarakan.(joko dh)

Tinggalkan Pesan