MTA Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas Pasca Pemilu

0
52
sukino-mta
H Ahmad Sukina

SOLO, suaramerdekasolo.com – Pimpinan Pusat (PP) Majelis Tafsir Alquran (MTA), H Ahmad Sukina meminta agar seluruh masyarakat Indonesia tetap menjaga suasana aman, tenang dan damai disaat sekarang ini.

Menurutnya, pelaksanaan pemilu bagi masyarakat yang memiliki hak pilih sudah selesai setelah pencoblosan. Nah tinggal bagaimana KPU, Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu sudah dapat melaksanakan tugasnya secara adil, jujur atau belum.
”Kalau KPU, Bawaslu sudah menjalankan pemilu secara terbuka, transparan, adil dan jujur, maka tidak akan ada gejolak politik yang bisa merugikan masyarakat,” tegasnya saat ditemui di Gedung MTA, Jalan Ronggo Warsito, Solo.

Pucuk Pimpinan MTA tersebut menilai, dalam pemilu presiden dan wakil presiden, tentu ada yang menang dan ada yang kalah, apalagi hanya ada dua pasangan calon. Karena itu siapapun yang akan terpilih sebagai presiden dan wakil presiden setelah ada pengumuman resmi dari KPU, tentu masing-masing pihak harus menghormati hasilnya.

Hal itu dengan syarat penyelenggaraan pemilu hingga penghitungan suara sudah sesuai dengan ketentuan atau perundang-undangan yang ada di Indonesia. Apabila pada saatnya nanti sudah diumumkan siapa yang menang, lanjut Ustad Ahmad Sukina, ya harus diterima semua pihak.

Hal itu tentunya dengan harapan, jika panitia KPU dan Bawaslu yang terlibat didalamnya dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya sesuai Undang-Undang yang ada di Indonesia.

Pemilu katanya jurdil, langsung umum bebas dan rahasia (luber), maka kalau hal itu dilaksanakan, pasti tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

”Pasti gak ada apa-apa, gak ada alasan untuk protes dan macem-macem,” urainya.

Tokoh kharismatik yang memiliki jutaan jamaah di seluruh Indonesia tersebut mengimbau apapun hasil pemilu, menurut para ahli, pengamat, dan teknologi yang canggih dan tidak ditemukan unsur manipulasi, kecurangan, penipuan, maka tidak ada alasan bagi rakyat untuk tidak menerima atau melakukan protes.
”Pemilu ada yang kalah dan ada yang menang, jadi kalau tidak mau kalah ya jangan ikut pemilu. Bahkan bagi pendukung yang calonnya kalah, tidak ada alasan untuk melakukan protes apabila pemilu sudah dijalankan dengan jurdil dan luber,” terangnya.

Nah disini peran elite politik, lanjut Ustad Ahmad Sukina, sangat penting terutama dalam mengendalikan pendukungnya untuk tidak melakukan sesuatu hal yang dapat merugikan masyarakat, apalagi momentum pemilu bersamaan adanya bulan Suci Ramadan. (Sri Hartanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here