Ramadan Bukan Halangan bagi Atlet

0
44
endro-catur
Indro Catur Haryono

SOLO,suaramerdekasolo.com – PUASA Ramadan bukan merupakan halangan bagi atlet guna tetap mengasah kemampuan. Juga bukan menjadi satu alasan para pelaku olahraga untuk kendur dalam menjaga performanya. Meski demikian, Indro Catur Haryono mengaku tetap ada sisi yang harus tetap dipertimbangkan.

Menurut pelatih pelatnas pencak silat asal Solo itu, asupan makanan, terutama minum selama bulan puasa, memang kurang. Tapi pada beberapa kali pelatnas yang waktunya sangat berdekatan dengan kejuaraannya, dia mengaku tetap menerapkan program latihan normal.

“Para atlet tetap puasa saat pelatnas. Cuma kalau ada atlet yang merasa reaksi tak enak di tubuhnya, mesti memutuskan puasanya. Jangan sampai dehidrasi,’’ tutur pelatih yang membawa tim pencak silat Indonesia meraih gelar juara umum pada kejuaraan internasional Belgia Open 2019 itu, Senin (6/5).

Berkecimpung dalam kepelatihan pelatnas sejak 2002, pola yang dia terapkan justru membawa hasil positif. Dia menceritakan, jelang Asian Beach Games (ABG) 2008 di Bali, training camp (TC) pelatnas harus dimaksimalkan meski bulan Ramadan.

“Waktu itu para atlet tetap berpuasa, kendati latihan pagi dan sore diterapkan normal, mengingat pelaksanaan ABG hanya beberapa saat usai lebaran. Tapi usai latihan pagi, mereka harus langsung tidur hingga pukul 13.00 atau 14.00. Hasilnya, pencak silat Indonesia jadi juara umum,’’ ujar pria kelahiran Solo, 30 April 1970 tersebut.

SEA Games Thailand

Penerapan pola yang sama, sebelumnya dia lakukan saat menakhodai pelatnas pencak silat untuk SEA Games 2007 di Thailand. Gelar juara umum pencak silat pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu pun digenggam tim Indonesia.

Jadi kalau latihannya tidak pagi dan sore, menurutnya, digeser jadi sesi sore dan malam usai tarawih. Bahkan jika kejuaraannya sangat mendesak, beberapa kali latihan malam hingga menjelang sahur.

“Jika demikian, malam harus banyak minum air putih dan cukup asupan gizi, lalu istirahat dan tidurnya mulai pagi hingga siang. Penerapannya juga tidak tiap hari,’’ ungkap suami Ipa Monalili itu.

Namun jika kejuaraannya tak berdekatan dengan Ramadan, dia lebih leluasa, seperti pada tim pelatnas proyeksi SEA Games Filipina 2019 yang saat ini dia racik.  “Para atlet kembali masuk TC di Solo, Rabu (8/5). Mereka akan dipulangkan jelang lebaran, meski wajib tetap latihan sendiri di rumah. Sebab SEA Games baru digelar akhir November nanti,’’ kata Catur.

Warga Gajahan, Colomadu tersebut menambahkan, kebiasaan tetap berpuasa meski tak mengurangi porsi latihan sudah dia terapkan sejak dirinya menjadi atlet. Peraih medali perak pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat 1994 di Thailand itu mengaku tak pernah putus puasa ramadan sejak kecil. “Saya tak pernah absen puasa. Sebenarnya tergantung kemauan diri, serta kondisi fisik saat itu,’’ tutur ayah dua anak tersebut.(Setyo Wiyono)    

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here