BNN Gandeng Grab Berantas Narkoba

bnn-grab-berantas-narkoba
*Driver Grab Diberi Keluasan Melapor
 
JAKARTA, suaramerdekasolo.com– Modus kejahatan peredaran narkoba semakin bervariatif. Berbagai cara ditempuh sindikat agar barang haram dagangannya sampai ke tangan pembeli. Salah satu yang dilakukan yakni mengirim narkoba melalui jasa penitipan barang.
 
Maraknya bisnis ojek online, sebagai salah satu penyedia jasa penitipan barang berbasis aplikasi (online), jadi sasaran para sindikat narkoba. Melihat hal tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng penyedia jasa penitipan barang. 
 
Grab sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia barang yang digandeng. Kerja sama ini tidak hanya bertujuan untuk menjalin sinergitas antar instansi, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan bagi kurir Grab untuk segera melapor apabila menemukan transaksi narkoba.
 
Kerjasama antara BNN dan Grab secara resmi ditandatangani oleh Kepala BNN, Heru Winarko, bersama Direktur PT. Soulusi Transportasi Indonesia, Ridzki D. Kramadibrata, di Gedung BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (7/5). Dalam MoU, kedua pihak sepakat untuk bersinergi dalam upaya P4GN yakni penyebarluasan informasi bahaya narkoba dan pengawasan terhadap pengiriman barang yang diindikasi sebagai narkoba.
 
Selain itu, Grab Indonesia juga sepakat membentuk relawan anti narkoba, melakukan pembinaan dan peningkatan peran serta penggiat anti narkoba, pertukaran data informasi pada sistem manifest data terkait P4GN, serta melaksanakan tes uji narkoba.
”Suatu kehormatan bagi kami bisa menjalin kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional”, jelas Ridzki D. Kramadibrata saat memberi sambutan. 
 
Menurut Ridzki, kerjasama yang terjalin antara BNN dan Grab Indonesia dapat memberi motivasi bagi para driver untuk turut membantu upaya pemerintah memberantas peredaran narkoba. Ridzki juga menyampaikan bahwa grab kerap menemukan barang mencurigakan namun tidak tahu harus dilaporkan kemana. Sanksi tegas juga akan diberikan pihak Grab Indonesia kepada para drivernya jika kedapatan melakukan penyalahgunaan narkoba. 
“Kami akan tindak tagas jika ada driver Grab yang melakukan pelanggaran dan akan segera kami putus mitra” tegasnya. 
 
Barang mencurigakan
 
Adapun Kepala BNN, Heru Winarko, mengatakan, kerjasama ini sebagai peluang besar bagi BNN untuk mensosialisasikan P4GN melalui Grab Indonesia. Grab Indonesia sudah tersedia di 222 kota di Indonesia dan memiliki lebih dari 5 juta mitra driver.
 
“Jika Driver Grab membawa barang mencurigakan bisa koordinasi dengan kami untuk memastikan barang yg dibawa bukan narkoba. Secara teknis pelaksanaannya akan koordinasikan lebih lanjut setelah penandatanganan PKS”, ujar Heru saat diwawancara.
 
Dengan adanya kerjasama ini, BNN berharap dapat mempersempit ruang gerak bandar dalam mengedarkan narkoba. (Sri Hartanto)
 

Tinggalkan Pesan