Gantole Kembali Coba Venue Wonogiri

0
69
venue-gantole-wonogiri
TAKE OFF: Atlet gantole asal Karanganyar, Supardi melakukan take off dari launching ramp Bukit Joglo dalam latihan di kawasan Waduk Gajahmungkur Wonogiri, Sabtu (11/5). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Persiapan Hadapi Pra-PON 2020

 

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Sejumlah atlet gantole dari Solo dan sekitarnya mencoba venue di kawasan Waduk Gajahmungkur Wonogiri, Sabtu (11/5). Mereka kembali berlatih di markasnya tersebut, setelah beberapa waktu istirahat terbang akibat cuaca tak bersahabat karena musim hujan.

‘’Sejak Kejurnas Piala Kasau di Parangtritis, Februari lalu, kami belum terbang lagi karena cuaca tidak bagus. Ternyata hingga kini cuaca belum benar-benar mendukung. Udara lumayan, arah angin pas headwind (bertiup dari arah depan-red), tapi kecepatannya kurang dan awan agak rendah,’’ kata atlet Karanganyar, Susetyoko ‘’Stik’’, Minggu (12/5).

Bersama sejumlah atlet lain, lelaki yang juga Ketua Pengprov Gantole Jateng itu bahkan cukup lama menunggu kecepatan angin yang agak layak untuk terbang. Mereka membuka layangan di launching ramp (tempat start terbang) Bukit Joglo kawasan Gajahmungkur, mulai sekitar pukul 11.00.

Namun peraih tiga medali perak dan dua perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV/2018 baru bisa terbang dari lokasi berketinggian lebih kurang  400 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu sekitar pukul 14.15. Terbangnya para atlet tersebut pun tidak bisa dalam waktu lama, karena tidak menemukan geothermal yang bisa menaikkan ketinggian layangan di seputar venue.

 

Satu Sortie

Kondisi tersebut dinilai cukup lumayan, kendati mereka belum bisa berlatih maksimal. Para atlet tersebut hanya bisa melakukan latihan satu sortie atau sekali terbang. ‘’Kalau mau lebih dari satu sortie, tidak memungkinkan karena waktu sudah menjelang sore. Lebih-lebih kecepatan angin belum stabil,’’ tambah atlet gantole Solo, Sulis Widodo.

Baca :  Popda Jateng Tingkat SMP Berhasil Raih Satu Emas

Atlet senior yang juga pelatih Oke Andrianto mengungkapkan, cuaca diperkirakan mulai ideal untuk latihan terbang setelah lebaran mendatang. Kecenderungan itu tidak hanya terjadi di venue kawasan Gajahmungkur Wonogiri, tetapi juga di beberapa lokasi lain di Indonesia.

‘’Perkiraan kami akhir Juni mulai bagus. Tapi biasanya cuaca ideal untuk terbang maksimal pada Juli-Agustus,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, sejumlah atlet di Solo Raya itu berencana melanjutkan terus berlatih di Wonogiri.  Sebab mereka juga harus bersiap menghadapi ajang Pra-PON 2020 yang kemungkinan digelar pada Agustus atau September mendatang.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here