Hilang Empat Hari, Lansia Tewas di Dekat Hutan Ngunggahan

0
lansia-tewas-wonogiri
EVAKUASI MAYAT : Warga dan petugas kepolisian mengevakuasi mayat yang ditemukan di dekat hutan Dusun Secang Lor RT1 RW5 Desa Ngunggahan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (11/5). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com– Kasinem (70) warga Dusun Secang Lor RT1 RW5 Desa Ngunggahan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri ditemukan tidak bernyawa di dekat hutan di desanya, Sabtu sore (11/5). Perempuan lanjut usia (Lansia) itu sebelumnya menghilang selama empat hari.
 
Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Pejabat Sementara Kasubbag Humas Iptu Suwondo mengatakan, musibah tersebut berawal pada Selasa (7/5) sekitar pukul 14.00. “Saat itu, korban meninggalkan rumahnya tanpa pamit kepada keluarga,” kata Suwondo.
 
Karena sudah sehari semalam tidak pulang, keponakan korban yang bernama Sudarmi melapor kepada Kepala Dusun Secang Lor pada Rabu (8/5) sekitar pukul 10.00. Saat itu juga pihak keluarga dibantu warga mencari keberadaan Kasinem. Namun setelah seharian mencari, mereka tidak kunjung menemukannya.
 
Oleh karenanya mereka melaporkan kejadian itu kepada Polsek Eromoko pada Kamis (9/5) sekitar pukul 13.00. Warga dan petugas kepolisian kemudian melanjutkan pencarian. Mereka bahkan mencari hingga malam hari tetapi hasilnya nihil.
 
Pada Sabtu (11/5) sekitar pukul 14.45, Paryanto (40) warga Dusun Talang RT3 RW6 Desa Ngunggahan yang sedang mencari kayu bakar di tepi hutan desa tersebut menemukan sesosok jenazah. Setelah diperiksa, ternyata Kasinem yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Lokasi penemuan berada sekitar 800 meter dari rumah korban.
 
Warga kemudian melaporkan penemuan itu ke Polsek Eromoko. Petugas kepolisian bersama tim medis Puskesmas Eromoko telah memeriksa jenazah korban. Mereka tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan. Korban diduga meninggal dunia karena kebingungan dan kelelahan, sehingga tidak sadarkan diri lalu meninggal dunia.
 
Menurut keterangan pihak keluarga, perempuan Lansia itu sudah pikun dan pernah mengalami gangguan jiwa. “Korban sudah dievakuasi, dibawa ke rumah dan kami serahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya. (J11-)

Tinggalkan Pesan