25 Atlet Solo Bersaing di Tiga Cabang Olahraga

0
41
NPCI-Surakarta2
ATLETIK: Sejumlah atlet beradu cepat di lintasan atletik Stadion Sriwedari pada Peparprov Jateng, beberapa waktu lalu. Kejuaraan berskala Jateng juga akan digelar lagi di Sriwedari, Juni mendatang. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Kejurprov Tahap Pertama NPCI Jateng

 

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sekitar 25 atlet Solo disiapkan bersaing pada tiga cabang olahraga dalam kejuaraan provinsi (Kejurprov) tahap pertama yang akan diselenggarakan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng. Berdasarkan skedul yang telah disusun, kompetisi di cabang atletik, angkat berat dan ten pin bowling tersebut akan digelar di Solo, usai lebaran atau tepatnya 19-22 Juni mendatang.

‘’Kira-kira 25 atlet yang kami siapkan untuk menghadapi kejurprov tiga cabang itu. Jumlah pastinya saya tidak hafal, tetapi prinsipnya seluruh atlet Solo akan diturunkan,’’ kata Ketua Umum NPCI Solo, Bangun Sugito, Senin (13/5).

Bukan hanya atlet yang selama ini berkiprah di tataran nasional maupun internasional, namun juga atlet-atlet pemula peserta kejuaraan kota (Kejurkot) NPCI Solo yang baru saja dilaksanakan pada akhir April lalu. Daerah tempat penyelenggaraan kejurkot di Solo, merupakan salah satu pertimbangan pihaknya untuk menerjunkan banyak atlet. Sebab tidak perlu banyak anggaran untuk transportasi ke luar kota.

Melecut Motivasi

Di sisi lain, Sugito menyebut latar belakang rencananya itu sebagai langkah untuk melecut motivasi para bibit-bibit atlet disabilitas agar lebih berkembang dalam memburu prestasi. Jadi regenerasi atlet dari Solo dapat terus berlanjut.

‘’Bagi mereka yang sudah benar-benar jadi atlet, maka ajang kejurprov bisa dimanfaatkan mengukur kemampuan diri dibanding rival-rivalnya dari daerah lain. Tapi bagi peserta pemula, diharapkan akan terpacu untuk kian rajin berlatih,’’ ujar dia.

Baca :  Karate Pelajar Solo Pulang Tanpa Emas

Sugito belum bersedia menyebut target perburuan medali dalam kejurprov nanti. Namun dia mengaku masih tetap mengandalkan atlet-atlet kawakan untuk membidik emas bagi kontingen Solo. Atlet-atlet andalan tersebut, sebagian besar berstatus sebagai atlet pembinaan jangka panjang (PJP) NPCI Jateng, serta sebagian lainnya menghuni pelatnas NPCI Pusat sebagai proyeksi menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019.

‘’Tapi bagaimanapun kami berharap kehadiran atlet-atlet muda bertalenta, sebagai pelapis senior-seniornya yang kini jadi penghuni PJP maupun pelatnas,’’ tandas Sugito.(Setyo Wiyono)    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here