Ramadhan Di Ponpes Sunan Kalijaga Wedi

0
86
ramadan-klaten
BUKA BERSAMA : Santri Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Wedi berbuka puasa bersama.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

*Gelar Kajian Ramadhan Berkelompok

HAMPIR setiap musala, masjid dan pondok pesantren meningkatkan kegiatan sejak memasuki bulan Ramadhan. Masjid tak hanya hanya digunakan untuk shalat berjamaah lima waktu saja, namun juga untuk banyak kegiatan lainnya.
Hal yang sama terjadi di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga di Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi, Klaten. Selama Ramadhan, kegiatan di pondok pun bertambah untuk memaksimalkan ibadah selama bulan penuh rahmah.
‘’Selama Ramadhan kegiatan banyak, mulai dari khotmil Quran 30 juz tiap hari, buka bersama, tarawih 23 rakaat, kajian kitab kuning, qiyamullail, sedekah malam ganjil, sahur bersama dan lainnya,’’ kata Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga, Susilo Eko Pramono.

Pria yang akrab disapa Yai Sus itu menambahkan, bahwa meski ada peningkatan ibadah selama Ramadhan, tapi mereka juga tak lupa untuk tetap menjaga kerukunan antar umat beragama demi kehidupan yang harmonis, nyaman dan tentram.
‘’Kegiatan Ramadhan tak hanya melibatkan santri pondok saja, tapi juga masyarakat dari sekitar pondok yang ingin menambah pengetahun Kajian Ahlussunnah Wal Jama’ah. Oya, rencananya, tanggal 18 Mei akan diadakan buka bersama l plus sahur lintas iman,’’ ujar Yai Sus.

Menurutnya, untuk kajian Ramadhan dilakukan sesuai kultur di pesantren, kajian lebih ditekankan pada kajian kitab kuning. Temanya seputar aqidah dengan kajian kitab Qotrul Ghoits dan Tijan Addarori, sedang akhlaq dengan kajian Ta’lim Muta’allim, Alala dan Nadzam Matlab.

Materi tasawuf dengan kajian kitab Kifayatul Atqiya, Daqoiqul Akhbar, untuk Hadits dengan kajian Bulughul Marom, Arba’in Nawawy, dan Tanqihu Qowlil Hasis. Sedangkan tentang Alquran dengan kajian Tafsir Al Jalalain, Al Ibriz, dan Al Aly. Selain materi itu, masih banyak tema lain yang dikaji.

Malam ganjil

Kajian umum dilakukan sesudah shalat isya’ sebelum tarawih dan sesudah shalat subuh. Di Ponpes Sunan Kalijaga, tadarus dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 10 sampai 15 orang.
Pembagian kelompok dilakukan dengan tujuan agar peserta kajian bisa lebih fokus dalam memahami materi yang dibahas. Selain itu, pembagian dilakukan sesuai dengan kemampuan membaca. Semua santri dan warga terlihat sangat bersemangat.
‘’Kalau malam ganjil juga ramai karena ada buka bersama dan juga ada sedekah malam ganjil dan rutinan i’tikaf selama sepuluh malam terakhir. Mendekati Idul Fitri, mereka juga melakukan penerimaan dan pembagian zakat fitrah dan lainnya. Puncaknya malam takbir,’’ ujar dia.
Dalam bulan suci ini, sebagian jamaah atau santri yang masih bersekolah akan menjalani ujian akhir semester, pertengahan Mei ini. Bagi santri yang menjalani ujian ada pengecualian, mereka diberi kemerdekaan untuk ikut ngaji atau fokus belajar.(Merawati Sunantri)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here