Ramadhan pun Aktif Gerakan Peduli Lingkungan

0
44
spiritualitas-klaten
FOTO DIRI : Arif Fuad Hidayah, aktivis peduli sungai Klaten. (suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

DATANGNYA bulan suci Ramadhan menuntut Arif Fuad Hidayah untuk meluangkan waktu lebih untuk beribadah. Namun ternyata, hal itu tak membuat kegiatan bapak dua anak itu sebagai relawan dan aktifis peduli sungai menjadi berkurang.
Seperti muslim lainnya, dia menjalani puasa dan tarawih. Terkadang dia juga ikut tadarus, mengajar di Taman Pendidikan Alquran (TPA) dekat rumahnya menjelang buka puasa, bila tidak sedang bertugas. Kadang dia juga mengisi kuliah tujuh menit (kultum) di masjid dekat rumahnya, usai tarawih dan sesudah subuh.
‘’Kegiatan saya sama dengan muslim lainnya, sama-sama ingin mendapatkan pahala sebanyak mungkin di bulan penuh ampunan. Namun, saya juga tidak meninggalkan kegiatan sosialisasi peduli lingkungan dan menjadi relawan kemanusiaan. Bila ada bencana, saya siap terjun sewaktu-waktu,’’ ujar pria kelahiran, Klaten 6 Januari 1981 itu.
Semua kegiatan itu sudah dijalani warga Dukuh Mangunjangan RT 03/RW 07 Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Klaten itu sejak beberapa tahun terakhir. Beruntung, banyak pihak, tokoh, akademisi, pejabat dan komunitas yang peduli lingkungan. Bahkan warga pun mau bergotong royong demi lingkungan yang lebih baik.
Baru-baru ini, dia bersama relawan lainnya menggerakan taman Ramadhan di tiga titik yang sebelumnya merupakan kawasan bantaran sungai yang kumuh. Setelah lahirnya komunitas peduli sungai, kawasan bantaran menjadi bersih dan menjadi taman, bahkan kini sudah bisa digunakan untuk kegiatan ekonomi kreatif.
‘’Ada tiga taman Ramadhan yakni di Kali Lunyu Kampung Sidorejo, Kelurahan Kabupaten, Klaten Tengah. Di sama ada bazar kuliner, pildacil, lomba mancing dan edukasi lingkungan. Selain itu, ada Taman Senopati dan Taman Kentri di Wedi dengan bazar ekonomi di sepanjang bantaran,’’ ujar ayah dua anak itu.
Upaya yang dilakukan adalah medekatkan ruang ekonomi ke sungai, dengan demikian, orang-orang yang hidup dari kawasan sekitar sungai akan dengan sendirinya ikut memelihara sungai. Tak mungkin mereka berdagang di sungai yang penuh sampah.
‘’Ramadhan tahun ini, ada kegiatan yang berbeda. Kami menggerakan kerja sama dengan berbagai pihak yakni dengan takmir masjid, tokoh agama dan komunitas peduli lingkungan untuk mengurangi sampah plastik. Dengan dukungan tokoh agama, gerakan puasa plastik akan lebih besar dampaknya. Memang perlu waktu,’’ ujar Aris Fuad Hidayah.(Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here