BEM Solo Raya Pelopori Merawat Persatuan dalam Kebhinekaan

0
154
bem-solo-raya
IKRAR: Ketua BEM Solo Raya Muhammad Arief Oksya membacakan ikrar damai yang digelar dalam kegiatan Silaturahmi BEM Soloraya di Aula Sidoluhur kampus Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta, Rabu (15/5). (suaramerdekasolo.com/ Evie Kusnindya).

SOLO,suaramerdekasolo.comMahasiswa dari 44 perguruan tinggi yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Solo Raya menginisiasi gerakan merawat persatuan dalam kebhinekaan. Gerakan tersebut mereka deklarasikan dalam Ikrar BEM Solo Raya Rekomitmen Indonesia Damai yang digelar dalam kegiatan Silaturahmi BEM Soloraya di Aula Sidoluhur kampus Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta, Rabu (15/5).      

Ketua BEM Solo Raya Muhammad Arief Oksya mengemukakan, deklarasi tersebut dilatarbelakangi kondisi riil masyarakat saat ini yang terpecah belah pascapemilu sehingga melupakan dirinya sebagai satu kesatuan bangsa. Persatuan dalam kebhinekaan yang dulu mendarah daging dalam jiwa bangsa Indonesia dikoyak oleh kepentingan sesaat dan politik identitas.    

‘’Momentum Ramadan ini diharapkan menjadi momen rekonsiliasi yang disebut Fathu Makkah. Ramadan harus menguatkan kembali daya rekat persaudaraan anak bangsa pascapilpres.Karena itu kami dari BEM Solo Raya memelopori kegiatan merawat persatuan dari Solo ke kancah nasional.Sehingga semua kampus bergerak untuk mengedukasi masyarakat agar kembali merekatkan persatuan dan persaudaraan,’’ katanya.   

Oksya mengemukakan jika dua Rektor PTS yakni Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof Dr Sofyan Anief dan Rektor Uniba Surakarta Dr Pramono Hadi SP MSi  terlibat langsung dalam deklarasi damai BEM Solo Raya. Kedua pimpinan PTS tersebut yang menyerukan ide perdamaian dan merekatkan kembali persatuan untuk meredam konflik kohesi sosial.  

Baca :  Asyiknya, Fotografer Berburu Foto Pesawat Tempur Malam Hari

Untuk memelopori gerakan merajut kembali persatuan tersebut, BEM Solo Raya akan segera mengajak kampus kampus lain untuk bergerak bersama.

Dalam ikrarnya, BEM Solo Raya berjanji untuk berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945 dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. BEM Solo Raya juga berkomitmen untuk terus melawan segala bentuk fitnah, informasi hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi yang berpotensi meretakkan kehuidupan berbangsa. Mahasiswa juga bersedia bergerak mengedukasi masyarakat untuk bersama sama terlibat menjadikan Negara berdaulat, adil dan makmur sesuai cita-cita pendiri bangsa.  

Kepentingan sesaat

Sementara itu, dalam kegiatan diskusi yang menghadirkan dua narasumber yakni Rektor Uniba Dr Pramono Hadi SP MSi dan Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anief yang diwakili oleh Sekretaris Rektor UMS Dr Anam Sutopo.

Dalam diskusinya, Dr Pramono mengemukakan jika persoalan nyata di masyarakat saat ini yakni  dangkalnya kebinekaan karena adanya kepentingan sesaat yang mengedepankan egosektoral.

Pergerakan masyarakat global juga memengaruhi kondisi sosial masyarakat yakni dengan derasnya informasi yang bersifat hoaks.

Ia mengemukakan jika generasi milenial sudah saatnya bergerak dan mengambil peran penting untuk mengisi ruang ruang kosong di masyarakat dan bersama-sama mengajak merawat kembali nilai-nilai persatuan. 

Sementara itu, Rektor UMS yang diwakili Dr Anam Sutopo mengemukakan jika kampus UMS ikut menyerukan kembalinya persatuan dan kesatuan seusai pemilu. (Evie Kusnindya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here