KUR Permudah UMKM Akses Modal Perbankan

0
124
kur-bri-klaten
SEKTOR UMKM : Manajer Bisnis Mikro BRI Klaten Yunaidi Firhansyah menyerahkan celemek kepada pedagang Kampung Ramadhan Masjid Mlinjon untuk kerja sama voucher belanja BRI.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Hingga akhir April 2019, jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Cabang Klaten tembus hingga 40.390 debitur. Ada pun posisi terakhir sisa pinjaman tercatat Rp 460 miliar, tentu saja jumlah kreditnya jauh lebih besar. KUR memberi peluang bagi usaha kecil untuk berkembang, karena ada subsidi bunga dan kemudahan persyaratan.
‘’Saat ini, posisi terakhir sisa pinjaman KUR Rp 460 miliar, penyaluran tentu lebih dari itu. KUR melayani segmen usaha kecil dan mikro dengan maksimal pinjaman Rp 25 juta,’’ kata Manajer Bisnis Mikro BRI Cabang Klaten, Yunaidi Firhansyah, Selasa (14/5).
KUR untuk memberi kemudahan bagi UMKM untuk mengaksses permodalan. Selama ini, UMKM sering kesulitan menyediakan agunan kredit, kadang terbentur syarat usaha belum ada setahun. Dengan adanya KUR bisa dilayani. UMKM mendapatkan bunga rendah 7 persen karena disubsidi pemerintah dan persyaratan sangat mudah.
Sayangnya, masih ada yang berpendapat bahwa KUR itu seperti hibah dana cuma-cuma yang tak perlu dikembalikan. Padahal dana yang dikucurkan untuk KUR adalah murni dana yang diimpun di BRI, yang dikucurkan dengan subsidi bunga dari pemerintah. Namun KUR tak ada asuransi jiwa, jadi bila debitur meninggal maka ahli waris wajib menyelesaikan tunggakan.
‘’Pengembangan usaha dengan KUR sudah banyak berhasil. Banyak nasabah KUR yang sudah naik kelas menjadi nasabah Kredit Usaha Pedesaan (Kupedes) untuk memperbesar usaha. Pinjaman Kupedes bisa mencapai Rp 250 juta, sedangkan KUR maksimal hanya Rp 25 juta,’’ ujar Yunaidi.

Aplikasi BRISPOT


BRI juga sudah melakukan inovasi percepatan proses pencairan kredit. Bila dahulu pencairan membutuhkan waktu hingga 7 hari, kini bisa dilayani hanya 1-2 hari bahkan lebih cepat lagi. Akselerasi bertujuan agar nasabah bisa terima uangnya cepat, melalui aplikasi khusus BRISPOT.
‘’Sekarang ini akses masyarakat ke perbankan sudah dipermudah, jadi sayang bila masyarakat tidak memanfaatkan fasilitas ini. Untuk mendapatkan layanan bisa datang ke 35 kantor unit BRI yang tersebar di 26 kecamatan di Klaten,’’ tegas dia.
Untuk jumlah debitur KUR lebih banyak mencapai 40.390 debitur, namun dari total nilai penyaluran dananya masih kalah dengan Kupedes. Hingga April 2019, total penyaluran Kupedes, KUR dan kredit sektor pegawai di BRI Klaten mencapai total Rp 8,5 triliun. Dari jumlah itu sisa kreditnya tinggal Rp 1,4 triliun. Jumlah total kredit didominasi KUR dan Kupedes yang total mencapai Rp 1,2 triliun.
Sementara itu, sasaran kredit usaha kecil tidak seragam di semua kantor unit, karena tergantung kondisi masyarakatnya, untuk pedesaan kebanyakan sektor sedangkan di perkitaan sektor perdagangan. Saat ini, BRI lebih fokus ke kredit produktif karean ada multi pliyer efek bisa berimbas pada penciptaan lapangan kerja. Dengan sendirinya, hal itu akan mengurangi pengangguran di masyarakat.(Merawati Sunantri)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here