Perdagangan 298 Koli Rokok Ilegal Berhasil Digagalkan

0
43
rokok-ilegal1
ILEGAL : Empat dari lima tersangka kasus perdagangan rokok ilegal, dihadirkan dalam konferensi pers pengungkapan kasus yang merugikan negara senilai Rp 2,666 miliar tersebut, di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Surakarta di kawasan Colomadu, Karanganyar, Rabu (15/5). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)
*Kerugian Negara Mencapai Rp 2,666 Miliar 
 
KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com  Perdagangan rokok ilegal senilai Rp 2,666 miliar, berhasil digagalkan petugas Bea Cukai Kanwil Jateng-DIY. Lima tersangka ditangkap dalam kasus tersebut, dengan  barang bukti 298 koli rokok tak bercukai atau setara 388 ribu bungkus rokok berisi 6.643.200 batang dari berbagai merek yakni Surya Putra, Laris Brow, Joyo Baru, Sekar Madu, Rohas, Choice, CC Mild, serta empat kendaraan pengangkut.  
Rabu (15/5), barang bukti dan tersangka diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, karena locus delicti kasus berada di wilayah tersebut. 
Penyerahan dilakukan, usai konferensi pers di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Surakarta di kawasan Colomadu, Karanganyar. 
 
Hadir dalam penyerahan tersebut, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jateng-DIY Parjiya, Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng-DIY Gatot Sugeng Wibowo, Kepala Kantor KPPBC TMP B Surakarta Kunto Prasti Trenggono dan Kepala Kejari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono.  
Kepala Kantor KPPBC TMP B Surakarta Kunto Prasti Trenggono mengungkapkan, terbongkarnya kasus perdagangan rokok bodong tersebut bermula, saat petugas Kanwil DJBC Jateng-DIY menggagalkan pengiriman 121 koli rokok ilegal di Semarang, dalam perjalanan menuju Bangka, 4 Maret lalu. 
 
“Rokok tersebut diangkut truk bernopol BD 8174 BL. Ditangkap saat  melintas ruas jalan tol Semarang-Batang, tepatnya di wilayah Ngaliyan, Semarang,” jelasnya. 
 
Kasus tersebut kemudian dikembangkan dan diperoleh informasi, bahwa rokok tersebut dikirim dari sebuah gudang di kawasan Papagan, di Dusun Kuyudan, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. 
“Pada 6 Maret, tim gabungan Bea Cukai Surakarta dan Bea Cukai Kanwil Jateng-DIY memeriksa gudang tersebut dan menemukan 132 koli rokok ilegal. Ditemukan juga dua mobil masing-masing memuat 25 koli dan 20 koli rokok bodong,”  katanya. 
 
rokok-ilegal2
Lima orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni AP sebagai pemilik gudang, HF sebagai pemilik barang berasal dari Jepara, DA sebagai pembeli barang dari Bangka, AL dan KM selaku pengemudi dan kernet mobil pick up pengangkut rokok milik HF. 
“Tersangka dijerat pasal 154 dan atau pasal 56 junto pasal 59 UU 11/1995 sebagaimana telah diubah dengan UU 39/2007 tentang Cukai, junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang kegiatan turut serta,” papar Kunto. 
Ancaman hukumannya minimal 1 tahun penjara maksimal 5 tahun penjara, dan atau paling sedikit dua kali nilai cukai yang harusnya dibayar paling banyak sepuluh kali nilai cukai. 
“Kerugian negara, untuk nilai cukai dari kegiatan ilegal ini Rp 2.424.288.000, plus pajak rokok senilai Rp 242.428.800. Sehingga total kerugian negara Rp 2.666.716.800,” imbuhnya. 
 
Kunto menambahkan, rokok termasuk barang yang dikendalikan peredarannya. “Nah, rokok tak bercukai, atau biasa disebut rokok ilegal atau rokok bodong, peredarannya di luar kendali. Keberadaannya juga mendistorsi rokok legal. Karena itu, menjadi tanggung jawab kami untuk menekan dan memberantasnya,” lanjutnya. 
 
Kepala Kejari Sukoharjo Tatang Agus Volleyantono mengatakan, seluruh berkas dari lima tersangka sudah dinyatakan P21 atau lengkap. 
“Karena tindak pidana ini berlokasi di wilayah Sukoharjo, maka kasusnya akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo,” tuturnya. (Irfan Salafudin) 
Baca :  7 Pesan Habib Rizieq Sihab kepada Advokat asal Solo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here