Ditemukan Kaleng Sarden Karatan hingga Snack Berlabel untuk Kelabui Petugas

0
sidak-makanan-karanganyar
MAKANAN – Petugas Dinkes yang mengamati jenis makanan yang dijual di Pasar Jungke, Kamis (16/5). (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

*Sidak Dinkes-Satpol PP ke Pasar Tradisional

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Dinkes dibantu Satpol PP melakukan sidak makanan dan minuman di Pasar Jungke, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Dengan sigap petugas langsung membeli sampel makanan untuk diperiksa dengan peralatan laboratorium yang dibawa petugas.

Belasan jenis makanan dan minuman yang dijual pedagang diperiksa. Ada mie basah yang mengandung formalin, ada kerupuk dan cendol untuk dawet yang mengandung bahan pewarna tekstil yang tidak boleh digunakan untuk makanan, dan banyak dijual serta laku keras ketika Ramadhan ini.

Petugas juga menemukan jenis makanan yang dijual di lapak pedagang, yang dilabeli semaunya untuk mengelabuhi petugas dan pembeli. Misalnya jenis makanan usus goreng, kerupuk, roti, dan juga makanan jenis kerupuk.

‘’Dilihat dari jumlah angka dalam label itu jelas palsu, seenaknya. Tidak ada alamat penjualnya, tanggal kedalu warsanya, nomor kontaknya, jelas jika dilacak, tidak akan ada yang bisa dihubungi ke produsennya. Padahal jenis makanan itu sangat disukai anak-anak sekolah. Kalau pas Ramadhan omzetnya meningkat sampai 100 bungkus perhari untik takjil,’’ kata Fatkhul Munir, Sekretaris Dinkes Karanganyar yang ikut sidak, Kamis (16/5).

Supardi, pedagang makanan hanya menjawab pendek, bahwa jenis makanan itu dipasok dua minggu sekali oleh pengepul atau bakul besar yang keliling pasar. Yang lama dan tidak laku diambil, yang baru diberikan serta totalan harga dengan pedagang.

‘’Saya hanya tahu itu, jadi modelnya konsinyasi. Hanya yang laku yang dibayar, dan mereka sendiri yang mengambil dan mengantarkan. Banyak pemasok yang rata-rata modelnya sep[erti itu. Datang, menghitung berapa yang laku, dan memasok nbarang baru,’’ kata dia.

Suwarni penjual lain mengaku mengambil barang dari pengepul yang ada di Sukoharjo dan ada yang dari Mojosongo, Solo. Di situ aneka roti berbagai jenis dan harga bisa diperoleh.

‘’Pengepul yang berhubungan dengan pabrik atau produsen, dan tiap tiga hari sekali saya mengambil . Yang lama diambil atau disetorkan, yang baru diambil, sambil totalan harga yang sudah terjual. Omzetnya saat Ramadhan ini juga meningkat sampai empat kali lipat,’’ kata dia.

Pembeli berhati-hati

Petugas juga mendapati ada sarden yang wadahnya sampai karatan dan pesok karena tempat penyimpanan yang kurang bagus. Sebetulnya tanggal kedaluwardanya masih lama tertera, namun barangnya sudah karatan dan lama.

Petugas hanya mengimbau agar pedagang juga menyimpan dengan baik agar barang tersebut bisa tahan lama. Barang yang jelek segera ditukar ke pemasok karena biasanya yang pesok dan karatan tidak lagi bisa dijual.

Ada lagi jenis makanan yang dijual kiloan dan dibungkus kecil-kecil oleh pedagang sendiri. Tidak ada masa berlaku yang dicantumkan tersebut. Biasanya hanya kalau sudah tengik baunya, atau sudah muncul bintik-bintik jamur saja makanan itu ditarik.

Ada lagi jenis makanan pabrikan yang sebetulnya sudah habis masa berlakunya, namun ada pembeli khusus yang kemudian mengemas ulang dan dijual kecil-kecil dan dijual ke pasar. Biasanya patokannya juga bau yang sudah tengik dan terlihat perubahan warna karena jamur.

‘’Masyarakat harus berhati-hati jika membeli jenis makanan tersebut. Kalau meragukan lebih baik tidak dibeli dan tidak dikonsumsi. Kepada pedagang juga demikian, lebih baik menjual makanan yang fresh daripada makanan yang sudah kedaluwarsa,’’ kata Fatkhul Munir.(Joko DH)

Tinggalkan Pesan