268 Kades Dilantik, Kades Diminta Jadi Songsong Agung Bagi Warganya ,

0
47
bupati-klaten-lantik-kades
LANTIK KADES : Bupati Sri Mulyani melantik 268 kades terpilih di Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (16/5).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Jabatan kepala desa yang dipilih rakyat merupakan kepercayaan dan amanah yang harus dijalankan. Dana desa adalah amanah besar untuk mengantarkan masyarakat kepada kesejahteraan. Kades diminta kompak bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah, serta menghargai wong cilik.

‘’Kades harus menjadi songsong agung bagi masyarakat. Jadilah kepala desa yang mengayomi dan melindungi seluruh rakyat, dan benar-benar menjunjung tinggi sifat amanah, jujur dan adil sebagai songsong agung warga masyarakat,’’ kata Bupati Sri Mulyani.

Hal itu ditegaskan Bupati Klaten Sri Mulyani usai melantik 268 kepala desa baru di Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (16/5). Kades-kades tersebut berhasil terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap II yang digelar 13 Maret 2019 lalu.

Pada kades yang berseragam putih-putih, hadir didampingi suami atau istrinya, duduk di dalam pendapa. Sedangkan, keluarga, para pendukung dan tamu undangan lain menyaksikan dari layar LED di halaman pendapa.

Acara berlangsung hikmad. Pelantikan dan pengambil sumpa diwakili empat kades dari agama Islam, Kristen, Katolik dan Hindu yang didampingi rohaniawan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten. Tampak hadir Forkompinda Klaten, Komandan Dodiklatpur Rindam IV Diponegoro, Ketua MUI, Ketua FKUB, Ketua Ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masih banyak lagi.

Selanjutnya, pada kades dan Bupati menandatangani berita acara pelantikan, beserta dua saksi pelantikan yakni Kabag Hukum Lusiana Rina Damayanti dan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Klaten Sigit Gatot Budiyanto. 

Baca :  Bupati Ngopi Bareng 269 Calon Kades Terpilih

Acara dilanjutkan penyematan tanda pangkat dan penyerahan Surat Keputusan (SK) serta payung warna merah sebagai simbol peran songsong agung yang harus dijalankan pada kades selama memimpin di desanya.

Kegiatan itu dihadiri sekitar 3.123 tamu undangan ditambah aparat keamanan. Untuk keperluan pelantikan, Jalan Pemuda mulai dari pertigaan BRI Klaten sampai perempatan RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Tegalyoso ditutup.

Meninggal Dunia

Sebenarnya, ada 269 kades yang akan dilantik, namun ada seorang kades terpilih yang meninggal dunia. Menurut Kepala Dispermades Klaten Jaka Purwanto, Kades terpilih Desa Kwarasan, Kecamatan Juwiring, Muhammad Sudarwanto meninggal dunia pada Minggu 12 Mei 2019 malam.

‘’Dari 269 kades terpilih pada Pilkades serentak 13 Maret, ada satu yang meninggal dunia. Akhirnya hanya 268  orang yang dilantik oleh Bupati. Pemkab Klaten menghaturkan turut berbelasungkawa atas wafatnya almarhum Muhammad Sudarwanto,’’ ujar Jaka Purwanto.

Sementara itu, Asisten I Sekda Klaten Ronny Roekmito menjelaskan, pelantikan kades diatur dalam Pasal 112 dan Pasal 113 Peratuan Bupati Klaten Nomor 41 Tahun 2018. Bila calon kades terpilih tidak hadir saat pelantikan serentak dengan alasan sah, maka yang bersangkutan akan dilantik tersendiri oleh Bupati atau Pejabat yang ditunjuk paling lama 7 hari sejak pelantikan dilaksanakan.

Sedangkan pada Pasal 113 dikatakan, Jika calon kades terpilih tidak hadir dalam pelantikan dan yang bersangkutan dinyatakan mengundurkan diri, maka Bupati akan mengangkat Penjabat Kepala Desa dari PNS di lingkungan Pemkab Klaten berdasarkan usulan tertulis dari Camat.(Merawati Sunantri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here