Setelah 10 Kali Nyalon, Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Akhirnya Jadi Kades

0
44
supriyadi-somopuro-klaten
FOTO DIRI : Supriyadi, Kepala Desa Somopuro, Kecamatan Jogonalan, Klaten. (suaramerdekasolo.com/Merwati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Perjuangan seseorang untuk menjadi kepala desa tidak lah mudah dan membutuhkan keberanian untuk bersaing dengan sesama warga desa. Ada pula yang bisa dibilang sangat gigih untuk menduduki jabatan yang bisa menjadi jalan mengabdi pada desanya.
Salah satunya dialami Supriyadi (62) yang akhirnya menjadi Kepala Desa Somopuro, Kecamatan Jogonalan, Klaten. Abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadinongrat yang tinggal di Desa Somopuro itu sudah 10 kali mencoba peruntungan menjadi kades dan perangkat desa.
“Saya pertama kali daftar sebagai Sekdes tahun 1988. Selain itu, pernah ikut daftar kades 5 kali, Kadus 2 kali dan Kaur pembangunan 1 kali. Baru tahun 2019 ini, saya terpilih menjadi kades berkat dukungan warga,” kata Supriyadi usai pelantikan di Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (16/5).
Upayanya mendaftar aparat desa hingga berkali-kali dan tidak pernah kapok didasari rasa ingin mendarmabaktikan dirinya pada desa kelahirannya. Alasan lain, dia tidak pernah ingin berpisah dengan ibu yang telah melahirkannya.
“Dari dulu saya memang tidak pernah tertarik bila diajak bekerja ke mana-mana. Saya ingin bekerja di desa saya supaya tidak berpisah dengan ibu. Saya merasa dilahirkan di desa ini dan mau mengabdi ke desa. Jadi tiap ada lowongan di desa, saya daftar,” ujar Surpiyadi yang menjadi abdi dalem keraton sejak 1989.

Meski demikian, dia mengaku tidak izin saat nyalon kades. Saat ditanya soal program unggulan bila menjadi kades, Supriyadi hanya mengatakan selama kepemimpinannya, semua adminitrasi akan dilakukan secara terbuka dan transparan. Program yang akan dijalankan akan dirembug dengan masyarakat dan aparatur desa yang lain.
Pada Pilkades serentak yang digelar 13 Maret 2019 silam, Supriyadi berhasil mengumpulkan 973 suara meninggalkan tiga calon lainnya yakni Priyono dengan 831 suara, Suwardi 301 suara dan Tohir dengan 233 suara. Menurutnya, perolehan suara itu sesuai target yang ditetapkan yakni antara 950 sampai 1.015 suara.
СТKunci kemenangan saya dari warga. Saya tidak membentuk panitia, masyarakat yang bentuk panitia dan melamar saya. Sudah saya katakan saya sudah tua, tapi mereka menginginkan saya mau dan akan membantu apa yang diperlukan,ТТ ujar bapak tiga anak kelahiran Klaten, 12 Mei 1957.
Warga RT 19 RW 8 Dukuh Sawahan, Somopuro, Jogonalan itu tampak bahagia menghadiri pelantikan bersama Sularti (58) istrinya dan satu anaknya, karena dua anaknya berada di Kalimantan. Dia memegangi payung yang disimbolkan sebagai Songsong Agung pengayom masyarakat di tempatnya mengabdi.(Merawati Sunantri)

Baca :  Warga Diajak Jaga Kerukunan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here