Jumlah Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Jateng-DIY Tertinggi Kedua

0
66
SANTUNAN: Sekda Boyolali Masruri menyerahkan santunan kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta optimistis pertumbuhan peserta bakal terus bertambah. Hingga kini, jumlah peserta di wilayah tersebut masuk nomor dua se-Indonesia.

“Ya, kami nomor 2 se- Indonesia. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat sangat tinggi,” ujar Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah (Jateng) dan DI Yogyakarta (DIY) Moch Triyono. Ditemui wartawan di sela- sela kegiatan Evaluasi Kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan 2019 dan Buka Puasa Bersama antara BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten dan KCP Boyolali dengan Pemkab Boyolali di Hotel Swiss Beliin, dia mengaku tidak cepat berpuas diri. Dijelaskan, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan bertujuan untuk tidak menambah warga miskin baru jika pencari nafkah keluarga meninggal dunia. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka pencari nafkah atau pekerja mendapat perlindungan. “Dengan hanya pembayaran iuran Rp 10.000/ bulan, maka yang bersangkutan mendapat perlindungan. Karena saat sakit atau kecelakaan kerja hingga meninggal dunia bakal mendapat santunan.”

Dengan santunan yang diperoleh, tentu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Mereka bisa membuka usaha baru seperti membuka warung makan atau warung kelontong di rumah untuk mendapatkan nafkah pengganti. Untuk itulah, maka pihaknya terus mendorong kerjasama dengan daerah, termasuk Pemkab Boyolali dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Klaten yang juga membawahi wilayah Boyolali. Apalagi, selama ini Boyolali sangat kondusif dan iklim investasi sangat bagus. “Maka para pekerjanya sangat butuh perlindungan dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Tak hanya pekerja formal, namun juga non formal. Petani pun bisa menjadi peserta.”

Sekda Boyolali, Masruri menyatakan, Pemkab Boyolali senantiasa mendukung program pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya, keberadaannya benar- benar memberikan perlindungan kepada para pekerja. “Kami terus menerus melakukan sosialisasi ke perusahaan- perusahaan dan UMKM bersama jajaran terkait.” (joko Murdowo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here