Pembalap Kursi Roda Jalani Dua Kewajiban

0
Doni Yulianto

SOLO,suaramerdekasolo.com – Dua kewajiban sekaligus dijalani Doni Yulianto, selama dua pekan ini. Sebagai seorang muslim, lelaki 31 tahun itu menjalankan kewajiban ibadah Ramadan, termasuk berpuasa. Di sisi lain, sebagai atlet balap kursi roda, Doni juga tetap wajib menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang dikonsentrasikan di Solo.

“Pelatnas tahun-tahun lalu juga ada waktu yang berbarengan dengan bulan puasa Ramadan. Tapi bedanya, pada tahun ini awal training camp (TC) hampir berbarengan dengan awal puasa, jadi perlu penyesuaian ekstra,’’ kata atlet kelahiran Sukoharjo, 22 Juni 1988 tersebut.

Kendati demikian, toh dia mengaku tetap enjoy menjalani dua kewajiban tersebut. Latihan memacu kursi roda di lintasan atletik tetap dijalani dengan sepenuh hati. Semangat untuk mengulang sukses merebut medali emas nomor 1.500 meter klasifikasi T53 yang diraihnya pada ASEAN Para Games (APG) Malaysia 2017, terus memacunya mempersiapkan diri secara maksimal.

“Atlet manapun tentu ingin menjadi juara atau mempertahankan gelar, tak terkecuali saya. Maka saya akan terus berusaha meraih prestasi yang terbaik,’’ tandas alumnus SMK Muhammadiyah 3 Surakarta itu.

Tambah Porsi Latihan

Tak hanya latihan bersama para atlet atletik yang dijalani Doni pada setiap sore di Stadion Sriwedari atau di fitness center. Selama Ramadan, jajaran pelatih memang hanya mengagendakan latihan sore. Namun lelaki yang pernah dua tahun mengenyam kuliah di Akademi Seni dan Desain Indonesia (ASDI) Solo itu juga menambah porsi latihan sendiri.

“Pagi hari, saya berlatih nge-roll di hotel tempat menginap para atlet. Intensitasnya memang ringan, lima set kali tiga menit nge-roll. Yang penting tangan tetap bergerak kontinyu, sehingga otot tetap lentur,’’ ujarnya.

Bujangan yang telah mengenyam pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) sejak 2011 tersebut mengaku tak hanya beribadah puasa selama Ramadan. Saat magrib usai latihan sesi sore, alumnus SD dan SMP YPAC Surakarta itu berbuka puasa bersama di hotel.

“Lalu sholat isyak berjamaah dilanjutkan taraweh bersama rekan-rekan atlet pelatnas. Tempatnya di mushola hotel, karena untuk pergi ke masjid di luar hotel agak jauh dan waktunya berhimpitan. Yang jelas kewajiban ibadah Ramadan tidak kami tinggalkan,’’ tutur Doni. (Setyo Wiyono)

Tinggalkan Pesan