Dunia Pendidikan Darurat Buku Nonpelajaran

inovasi-pintar
MENYERAHKAN BANTUAN : Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Wonogiri, Fauzi Rohman Jauhari didampingi Koordinator Pintar Tanoto Foundation Jateng Nurkolis menyerahkan bantuan buku kepada MI Asmaul Husna di rumah makan Saraswati, Brumbung, Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Dok)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.comProgram Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation bekerja sama dengan Room to Read dan Provisi menghibahkan buku bacaan nonpelajaran kepada sekolah dan madrasah mitra di Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. Hal itu mereka lakukan untuk menggiatkan program budaya baca.
 
Koordinator Pintar Tanoto Foundation Provinsi Jateng, Nurkolis mencontohkan, para siswa SD 1 Purworejo, Kabupaten Wonogiri yang menjadi salah satu mitranya mampu membaca 30 buku dalam waktu empat bulan. “Data ini terlihat dari jumlah judul yang di tempel di pohon baca di kelas,” katanya saat menggelar diskusi pendidikan di rumah makan Saraswati, Brumbung, Wonogiri, baru-baru ini.
 
Adapun pohon baca itu digunakan sekolah untuk mendeteksi dan memberikan penghargaan kepada siswa. Setiap selesai membaca satu buku, siswa-siswa diminta untuk menuliskan judul yang dibacanya di daun judul, kemudian menempelkan di pohon baca.
 
 
 
Bila semangat membaca tersebut tidak didukung suplai buku yang melimpah dan beraneka ragam, program-program membaca buku nonpelajaran, taman baca, gerakan literasi dan berbagai program keteladanan lainnya akan kandas. Pasalnya, semua buku yang ada telah dibaca habis oleh siswa. “Sebenarnya kita sedang menghadapi darurat buku bacaan nonpelajaran untuk siswa di sekolah,” ujarnya.
 
Dalam kesempatan itu, Tanoto Foundation menghibahkan 2.940 buku kepada 49 sekolah dan madrasah di Jateng. Setiap sekolah dan madrasah itu memperoleh 60 buku yang berisi 20 judul. 
 
Kepala SD 2 Wonoboyo Wiwik Purwaningsih mengatakan, kebutuhan buku bacaan sangat besar. Pasalnya, siswa dan pihak sekolah selalu didorong untuk membaca buku nonpelajaran. Oleh karenanya, pihaknya membutuhkan banyak suplai buku untuk memicu pengembangan berbagai program budaya membaca.
 
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wonogiri, Siswanto mengatakan, pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh Program Pintar Tanoto Foundation sangat penting untuk diterapkan. 
 
“Praktik baik dari Tanoto Foundation sangat bermanfaat di sekolah. Ini menjadi pola yang segar untuk memangkas rasa jenuh pada kegiatan normatif, baik dari segi pembelajaran, budaya baca, maupun manajemen sekolah. Sehingga penting membuat percepatan, suatu sistem model yang lebih terukur untuk peningkatan kualitas pendidikan di Wonogiri,” katanya. (Khalid Yogi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here