Pendaftar KKO Diprediksi Menyusut

0
pendaftaarn-kko-solo
BERLATIH: Sejumlah karateka pelajar Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta berlatih di Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Manahan, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Tanpa Sepak Bola dan Voli

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tidak dibukanya tiga cabang olahraga pada kelas khusus olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta pada tahun ini, diprediksi akan menyusutkan jumlah siswa pendaftarnya. Ketiga cabang yang ditutup itu adalah sepak bola, bola voli dan bulu tangkis.

Berdasarkan catatan di Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) setempat, Senin (20/5) siang, jumlah siswa yang telah mendaftarkan diri sebanyak 55 orang. Para pendaftar tersebut tersebar di 10 cabang olahraga yang tetap dipertahan di KKO. Yakni atletik, renang, tenis lapangan, tenis meja, panahan, taekwondo, pencak silat, karate, anggar dan judo.

‘’Kalkulasinya memang bakal berkurang. Sebab, pendaftar untuk cabang sepak bola dan voli pada tahun lalu mencapai 59 orang, atau 50 persen lebih dari total pendaftar 121 orang,’’ ujar pembina KKO SMPN 1 Surakarta Sugeng Hariyadi, Senin (20/5).

Baca : Pembalap Kursi Roda Jalani Dua Kewajiban

Baca : Perenang NPCI Jaga Peluang Menuju Tokyo 2020

Selama ini ada 13 cabang olahraga yang dibuka di KKO. Namun khusus tahun ajaran 2019-2020, Pemkot menutup pendaftaran sepak bola dan bola voli dengan alasan konsentrasi ke cabang perorangan. Sedangkan bulu tangkis juga tidak dibuka, karena ternyata siswa-siswa yang potensinya bagus telah lebih dulu masuk di klub-klub Kota Bengawan.

Baca : PSU di Dua TPS, Jokowi-Ma’ruf tetap Unggul

Terus Bertambah 

Menurut Sugeng, meski tahun ini hanya 10 cabang namun jumlah kuota siswanya tetap 64 orang sama seperti tahun sebelumnya. ‘’Saya yakin selama empat hari ke depan, jumlah pendaftarnya masih terus bertambah. Mungkin bisa mencapai 80-an orang,’’ tutur lelaki yang juga Kasi Pengembangan Olahraga pada Dispora Surakarta tersebut.

Sementara itu efek tidak dibukanya pendaftaran tiga cabang, memunculkan pergeseran pilihan calon siswanya. Dia mengungkapkan, beberapa pendaftar yang semula menginginkan masuk ke KKO untuk cabang sepak bola dan bola voli, akhirnya bergeser memilih ke cabang lain, salah satunya atletik. Namun ada pula yang akhirnya urung mendaftarkan diri karena taka da cabang yang sesuai minatnya.

‘’Yang menggeser pilihan, tetap kami terima. Sebab berbagai masukan dari konsultan KKO dan kalangan perguruan tinggi, anak yang masih usia SD itu belum mutlak untuk masuk cabang olahraga tertentu. Jadi fisiknya masih multilateral,’’ tutur Sugeng.(D11)

Tinggalkan Pesan