Sidak di Pasar Palur , 38 Jenis Makanan-Minuman Ditemukan Kedaluwarsa

0
Makanan-Minuman-Kedaluwarsa
SIDAK : Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Rita Sari Dewi dan Kasi Kefarmasian Anik Dwiyanti memperlihatkan minyak goreng yang diduga daur ulang dalam kemasan botol 1,5 liter dan membandingkannya dengan minyak goreng kemasan 1 liter dari pabrik, saat sidak di Pasar Palur, Senin (20/5). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Puluhan jenis makanan dan minuman kemasan ditemukan dalam kondisi kedaluwarsa, saat Tim Gabungan Pemkab Karanganyar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Palur, Senin (20/5). 
Tim juga menemukan beberapa jenis makanan positif mengandung zat berbahaya seperti boraks, formalin dan rhodamin B, setelah dilakukan uji sampel. Selain itu, tim menemukan minyak goreng yang diduga daur ulang dijual pedagang. 
Dalam sidak tersebut, tim beranggotakan personel dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Disdagnakerkop UKM, serta Satpol PP bergerak menyebar ke beberapa titik. Mereka memeriksa makanan dan minuman, serta barang kebutuhan lain yang dijual di pasar tersebut, untuk memastikan layak konsumsi. 
Hasilnya, ditemukan 38 jenis makanan dan minuman kemasan kedaluwarsa, tapi masih ditempatkan di etalase pedagang. Kebanyakan adalah makanan ringan kemasan dan susu aneka rasa untuk anak-anak. 

Baca : Disiapkan Tim Ganjal Ban Di Tawangmangu

Baca : Kreatif, Siswa SMAN 2 Boyolali Rayakan Kelulusan dengan Berbagi Takjil


Kemudian dari tujuh sampel makanan yang diuji, empat diantaranya positif mengandung zat berbahaya. Yakni garam bleng positif mengandung boraks, mi basah dan teri nasi mengandung formalin, serta kerupuk mengandung rhodamin B. 
Di salah satu lapak, tim menemukan minyak goreng yang diduga daur ulang dijual. Sebab, kondisinya terlihat lebih keruh dibandingkan minyak goreng kemasan dari pabrik. Harganya juga relatif murah, yakni Rp 14 ribu per 1,5 liter. Sementara harga minyak goreng kemasan adalah Rp 12 ribu per 1 liter. 
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Rita Sari Dewi menyampaikan, temuan tersebut disampaikan kepada kepala pasar, termasuk identitas pedagangnya. “Nanti kepala pasar yang membina. Agar pedagang mengecek dagangannya, memastikan tidak ada yang kedaluwarsa. Yang mengandung zat berbahaya juga tidak dijual lagi,” tuturnya. 
Menurutnya, produk kedaluwarsa tersebut kebanyakan bercampur dengan produk yang kondisinya masih bagus, di etalase pedagang. 

Baca : Tertimbun Longsor, Dua Penambang Pasir Tewas

Tim juga menemukan tempat penyimpanan barang yang kotor karena didapati kotoran tikus di sekitarnya, serta penataan barang yang tidak pas. 
“Ini bahaya, karena air kencing tikus bisa menyebabkan leptospirosis. Pedagang harus sering-sering membersihkan tempat penyimpanan barangnya. Untuk penataan barang, masih ada makanan yang ditata berdampingan dengan sabun, cairan pembersih. Mestinya dipisahkan,” tuturnya. 
Kasi Kefarmasian DKK Anik Dwiyanti mengimbau masyarakat waspada, saat membeli bahan makanan. “Kalau mengandung zat berbahaya, bisa memicu kanker di kemudian hari. Untuk minyak goreng yang diduga daur ulang, kami minta pedagang tidak menjualnya lagi,” tuturnya. 
Kepala Pasar Palur Sri Haryani mengatakan, akan segera menindaklanjuti temuan tersebut. “Nanti saya sampaikan ke pedagang, untuk menurunkan makanan yang kedaluwarsa agar tidak dibeli konsumen. Yang tempat penyimpanannya kotor, kami minta dibersihkan. Yang jual bahan makanan mengandung zat berbahaya juga akan ditegur,” ujarnya. 
Sementara itu, saat sidak di Supermarket Giant Palur Plaza, tim tidak menemukan produk kedaluwarsa. Hanya beberapa barang yang kemasannya ditemukan rusak dan penyok. Hal tersebut langsung disampaikan kepada manajemen, agar tidak dijual ke pembeli. (Irfan Salafudin) 

Tinggalkan Pesan