Jelang Lebaran, Wartawan Bodrek Gentayangan di Klaten

0
POSTINGAN PELAKU: Screenshot percakapan yang mengatasnamakan pers marak diterima para pejabat Pemkab Klaten, Selasa (21/5). (Suaramerdekasolo.com/Ahmad Husein)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Para pejabat eselon di Pemkab Klaten diresahkan maraknya pelaku penipuan yang berkedok dari kalangan pers. Bahkan pelaku tidak segan mencatut nama wartawan dan media massa dalam aksinya. 
Camat Jatinom, Sip Anwar mengatakan, Selasa (21/5) pagi dirinya menerima pesan dari nomor ponsel xxxxxxxxxx576. Awalnya nomor tersebut mengaku sebagai Husein dan menyebut dari Suara Merdeka Pers. Pelaku menanyakan kabar dan bermaksud memberi kabar terbaru. ” Sebab saya sudah tahu sebelumnya kalau marak modus itu maka saya abaikan,” katanya, Selasa (21/5).

Sebab tidak ditanggapi, pelaku emosi dan mengumpat dengan kata-kata kotor. Setelah itu dirinya mengecek ke wartawan yang namanya sama dengan yang dicatut pelaku dan ternyata nomornya berbeda dan yang bersangkutan tidak memiliki nomor yang digunakan pelaku. Meskipun diumpat dengan kata-kata kotor, dirinya tidak marah sebab dianggap sebagai ujian menjalankan ibadah puasa. Selain Camat Jatinom, dalam sehari camat lain juga mendapatkan pesan yang sama. Mulai dari Camat Gantiwarno, Camat Prambanan, Camat Ngawen, Camat Klaten Selatan, Kabag Kesra, Kabag Humas, bahkan Asisten Tata Pemerintahan dan Pembangunan. Para pejabat yang enggan menanggapi pesan itu langsung mendapat umpatan kotor dari pelaku. Camat Gantiwarno, Lilis Yuliati yang sempat membalas percakapan malah diminta transfer uang ke pelaku. Pelaku meminta uang untuk gotong-royong membantu rekannya Hendri yang sedang operasi jantung di sebuah RS di Solo.

Pelaku meminta uang ditransfer ke rekening atas nama Hartini. Di akhir percapakan pelaku menuliskan salam dari teman-teman pers. Korban yang tidak percaya kemudian menghubungi wartawan yang namanya persis dengan pelaku dan ternyata dibantah sehingga baru mengetahui jika itu upaya penipuan.

Kabag Humas Pemkab Klaten, Wahyudi Martono mengatakan pelaku juga menghubunginya. Namun karena sudah mengetahui itu upaya penipuan, tidak ditanggapi. Hasilnya pelaku mengumpat dengan nada kasar. Selain itu setelah mendapat laporan dari Kecamatan Klaten Selatan, dirinya langsung membuat edaran singkat kepada semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kades dan kepala sekolah serta lembaga lain untuk mewaspadai berbagai modus penipuan menjelang hari raya.

”Kami mengimbau untuk tidak ditanggapi dan abaikan saja. Mereka penipu yang merusak citra wartawan,” jelasnya. Menurutnya modus semacam itu sudah sering terjadi saat menjelang hari raya. Oknum yang mengaku wartawan meminta uang dengan berbagai alasan. Minta bantuan sampai mengaku keluarga atau rekannya sakit dirawat di RS. (Ahmad Husein)

Tinggalkan Pesan