Letih Mudik, Tenang Ada UKM di Rest Area Tol Boyolali

0
REST AREA: Petugas mengecek pembangunan rest area di jalur tol KM 487, Desa Tawangsari, Kecamatan Teras. (Suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Upaya pengamanan dan pelayanan kepada pengguna tol saat arus mudik dan arus balik di Boyolali dimaksimalkan. Bahkan, pengguna jalan bisa menikmati berbagai fasilitas di kawasan rest area.

Bangunan rest area tersebut berada di KM 487, Desa Tawangsari, Kecamatan Teras. Yang menarik, bangunan rest area sebagian besar dibuat dari peti kontainer. Rest area memiliki berbagai fasilitas, antara lain, mushola, minimarket, SPBU dan MCK serta stand UKM.

Saat wartawan mengecek lokasi rest area, Selasa (15/5), nampak sebagian besar bangunan rest area sudah selesai. Nampak sejumlah pekerja merampungkan bangunan rest area untuk pospam dan minimarket. Kasat Lantas AKP Febriyani Aer, dipilihnya material bangunan rest area dari peti kontainer karena lebih kuat. Hal itu sekaligus mengantisipasi adanya hembusan angin kencang. “Tahun lalu, bangunan dari tenda dan kayu, ternyata tak kuat saat terkena hembusan angin kencang. Ada bagian yang rusak,” kata Kasat Lantas disela- sela pengecekan rest area.

Pihaknya memprediksi bakal terjadi peningkatan jumlah pemudik yang melintas jalur darat. Hal ini seiring dengan selesainya jalut tol Trans Jawa. Namun demikian, pihaknya mengingatkan  para pemudik agar hati- hati dan waspada. “Ingat batas kecepatan di jalur tol adalah 80 km/jam. Jika terlalu cepat, bisa terjadi kecelakaan akibat ban meletus hingga kendaraan terbalik.”

Sebelum berangkat, kendaraan harus dipastikan dalam kondisi siap dan laik jalan. Hal ini untuk mengantisipasi di perjalanan agar tidak terjadi gangguan kendaraan. Kemudian, jika sopir lelh, diminta segera beristirahat di rest area yang sudah disediakan. “Jangan memaksa melaju terus karena bisa membahayakan keselamatan di perjalanan. Apalagi kondisi jalan sudah bagus sehingga terkadang sopir terpacu melaju kencang.”

Terkait antisipasi kemacetan, pihaknya memantau khusus di exit tol Boyolali dan Colomadu. Jika di pintu keluar masuk tol terjadi kemacetan hingga 2 km, maka arus kendaraan bakal dialihkan melalui jalur arteri. “Untuk jalur tol, kawasan yang rawan kecelakaan ada di KM 480 hingga KM 483. Sedangkan di jalur arteri, kawasan rawan laka di ruas Keboan, Kecamatan Ampel.” (Joko Murdowo)

Tinggalkan Pesan