Pemudik Diminta Waspada Lewat Jl Solo – Sragen

0
jalan-solo-sragen
FOTO ILUSTRASI

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Pemudik diminta waspada saat melintasi jalan arteri Solo – Sragen, dan jalan Solo – Purwodadi. Pengalaman tahun lalu justru jalan itu yang banyak terjadi kecelakaan saat arus mudik. Jalan yang malah lengang karena banyak yang lewat jalan tol mengakibatkan pengguna jalan lama kurang waspada.

‘’Kalau kondisinya macet, malah agak sedikit berkurang kecelakaannya. Namun bagi masyarakat yang mudik, mesti agak kurang nyaman. Tapi bila kondisi lengang, jusru nyaman bagi warga namun agak membahayakan jika tidak waspada. Pengendara cenderung memacu kendaraan cepat-cepat, padahal tempat itu ramai dengan warga sekitar yang lalu lalang di jalan,’’ kata Iptu Sutarno, Kanit Laka, Satlantas Polres Karanganyar, Rabu.

Bersama BPBD, Jasa Raharja, Ambulans Dinkes, Damkar Satpol PP, Satlantas membentuk unit penanganan kecelakaan terpadu. Dibantu PSC (Pejuang Social Community) yang dilibat penanganan kecelakaan lalu lintas, diharapkan penanganan akan lebih baik.

Baca : Sopir Bus di Boyolali Dites Urine

Baca : Polda Nilai ITK Polres Wonogiri

Sutarno mengatakan, saat ini baru memasuki tahapan cipta kondisi menjelang Operasi Ketupat Candi menjelang lebaran. Namun kecelakaan sudah banyak sampai sekitar 7-8 kali, dengan korban meninggal dunia 2 orang.

Karena itu dia berharap pemudik betul-betul waspada di segala lintasan. Kalau kondisi tidak memungkinkan, mendingan istirahat lebih dahulu, itu jauh lebih aman. Polisi menyediakan pospam sekaligus bisa untuk tempat istirahat. Selain itu waspada jangan tergesa-gesa mengakibatkan jalan kencang.

Lima unsur

Tentang penanganan kecelakaan terpadu itu, dia mengatakan, selama ini terkesan hanya Satlantas saja yang berperan. Karena itu, ke depan, siapapun dari lima unsur itu, termasuk PSC yang menjumpai kecelakaan terjadi, maka kelima unsur itu datang.

‘’Misalkan, yang harus dilakukan pertama kali adalah menciptakan agar situasi sekeliling aman dahulu. Jangan sampai malah crowded dan menjadikan lingkungan sekitar menjadi sebab adanya kecelakaan baru,’’ kata dia.

Setelah itu yang dikontak pertama kali justru tim medis untuk menyediakan mobil ambulans dan paramedisnya agar penanganan korban bisa lebih baik. Misalnya ada yang patah tulang, maka cara penanganannya tidak sampai membuat luka lebih parah. Satlantas ada ambulans tapi sekadar mobil tertutup. Bisa jadi kurang layak.

Proses berikutnya mungkin perlu derek, atau di lokasi kecelakaan bencana alam. Maka yang perlu dikontak adalah BPBD, karena alat mereka mengenai penanganan korban bencana lebih lengkap. Termasuk bila diperlukan mobil derek untuk mengangkat atau menarik mobil yang kecelakaan.

Baca : Klaten Tanggapi Dingin Isu People Power

Tahap terakhir mungkin baru Satlantas dan Jasa Raharja berkenaan dengan olah tempat kejadian perkara dan Jasa Raharja berkaitan dengan santunan. Pokoknya kelima unsur itu secara terpadu harus stand by jika ada kecelakaan. Karena itu tim disebut tim terpadu.

Artinya siapa yang lebih dahulu menemukan ada kecelakaan, termasuk PSC dan ICS, maka kelima unsur itu diminta segera datang. Sehingga tertangani sampai urusan santunannya juga.(Joko Dh)

Tinggalkan Pesan