Sebagian Bus Dikandangkan, Waktu Jeda Antarbus BST Bertambah

0
40
selter-bst
TUNGGU BUS : Sejumlah calon penumpang menunggu bus Batik Solo Trans (BST) di selter Jalan Slamet Riyadi.(suaramerdekasolo.com/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdekasolo.com – Waktu jeda antarbus (headway) Batik Solo Trans (BST) di tiga koridor bertambah panjang, lantaran operator angkutan umum tersebut memilih mengandangkan sebagian bus yang dikelolanya. Pengandangan ini dipicu kerugian yang diderita operator BST.
“Untuk sementara waktu beberapa armada memang dikurangi dulu (tidak dioperasikan). Pendapatan kami dari hasil operasional memang semakin tidak cukup,” ungkap Direktur PT Bengawan Solo Trans, Farida Wardhatul Jannah.
Pengurangan jumlah bus itu dilakukan dengan dua metode. Pertama adalah pengurangan bus yang beroperasi di koridor tertentu. Kedua, penundaan operasional bus di koridor lain sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang ditetapkan Pemkot.
“Di Koridor 2, awal operasional pada 2017 kami menjalankan 21 armada. Kemudian dikurangi menjadi 15 armada pada 2018, dan dikurangi lagi pada tahun menjadi hanya 8-10 armada.”
Kebijakan serupa juga diberlakukan di Koridor 3. Adapun di Koridor 1 hingga kini hanya beroperasi maksimal 14 unit bus, padahal idealnya 15 unit bus.
“Jeda antarbus jelas bertambah, karena jumlah armada yang dioperasikan memang berkurang. Kami harap masyarakat bisa memahami jika mereka terpaksa menunggu lebih lama di halte. Namun kami tetap berkomitmen menyelenggarakan pelayanan BST sebaik-baiknya,” papar Farida.
Ia mengaku belum bisa memastikan hingga kapan pengandangan sebagian bus itu diberlakukan. Sebab kebijakan ini sejalan dengan kerugian konsorsium tersebut, sejak maraknya angkutan umum berbasis aplikasi online di Solo. Kerugian itu pula yang memicu manajemen PT Bengawan Solo Trans meminta subsidi operasional kepada Pemkot, saat berkoordinasi di Balai Kota pekan lalu. (Agustinus Ariawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here