Jendi Bakal Kembali Buru Lima Emas

0
27
Pelatnas-Renang-APG-Filipina
ASAH LAJU: Perenang pelatnas NPCI Jendi Pangabean mengasah lajunya di kolam renang Grup II Kopassus Kandangmenjangan kawasan Kartasura, Rabu (22/5). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Pelatnas Renang APG Filipina 2019

SOLO,suaramerdekasolo.com – Bidikan medali emas kembali menjadi sasaran para perenang pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) 2019. Para atlet yang kini menjalani training camp (TC) di Solo tersebut berambisi merebut simbol-simbol juara pada multievent ASEAN Para Games (APG) Filipina yang akan digelar awal 2020 mendatang.

Jendi Pangabean, salah satunya. Peraih medali emas 100 meter gaya punggung klasifikasi S9 pada Asian Para Games Jakarta 2018 itu bertekad mengulang suksesnya di APG Malaysia 2017. Dia bakal kembali memburu lima medali emas yang dibawanya pulang dari pesta olahraga disabilitas di Negeri Jiran, dua tahun silam itu.

‘’Spesialisasi saya memang di nomor 100 meter gaya punggung. Namun untuk skala Asia Tenggara, saya juga memiliki rekor untuk gaya lain, seperti gaya ganti dan bebas. Saya ingin kembali merebut lima emas seperti dalam APG Malaysia 2017,’’ kata Jendi usai berlatih, Kamis (23/5).

Baca : Pembalap Kursi Roda Jalani Dua Kewajiban

Baca : Atlet Gantolle Bersiap Hadapi Kompetisi

Setiap Pagi

Lima medali emas APG itu, selain 100 meter gaya punggung adalah juara 200 meter gaya ganti, 400 meter gaya bebas, estafet 4×100 meter gaya bebas, serta estafet 4×100 meter gaya ganti. Seluruh medali itu direbut dari klasifikasi S9.

Guna memenuhi ambisinya itu, Jendi bersama 44 perenang lain dari berbagai daerah di Tanah Air saat ini melakoni pelatnas di kolam renang Grup II Kopassus Kandang, Kartasura, setiap pagi. Mereka digembleng dalam berbagai program latihan yang telah disusun pelatih kepala tim renang pelatnas NPCI, Dimin.

‘’Catatan waktu Jendi memang menunjukkan tren kian tajam. Saat try out dalam kejuaraan dunia di Glasgow (Skotlandia) 25-28 April dan Singapura, 10-12 Mei, raihan waktu dia lebih tajam dari Asian Para Games Jakarta 2018,’’ tutur salah seorang pelatih, Bhima Kautsar.

Catatan waktu lebih tajam juga dicetak perenang putri andalan, Syuci Indriani. Atlet klasifikasi S14 yang turun di nomor 100 meter gaya punggung, 100 meter kupu-kupu, 100 meter bebas dan 200 meter gaya ganti itu juga mempertajam limitnya dibanding ketika lomba di Jakarta.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here