Malam Minggu Besok, Keraton Gelar Dua Kali Malem Selikuran

0
44
malam-selikuran
DARI SITINGGIL LOR : Suasana arak-arakan hajad dalem Malem Selikuran atau lailatul qadar dengan sinar ting warna-warni pada parayaan tahun lalu. Besok malam, LDA akan menggelar upacara yang sama dimulai dari halaman Kamandungan. (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

-Pelaksanaan di Masjid Agung

SOLO, Suaramerdekasolo.com – Sabtu malam Minggu besok, Keraton Surakarta akan menggelar ritual ”Malem Selikuran” atau lailatul qadar untuk memperingati turunnya wahyu Illahi yang sering disebut Malam Seribu Bulan. Upacara adat yang pertama diselenggarakan Sinuhun Paku Buwono XIII seusai tarawih, dan ritual kedua digelar Lembaga Dewan Adat (LDA) mulai sekitar pukul 21.00 hingga selesai, dan keduanya mengambil tempat di kagungan dalem Masjid Agung Keraton Surakarta sebagai puncak upacaranya.
”Intinya, siapa saja boleh mengadakan upacara keagamaan itu. Karena semua untuk menganggungkan asma Allah. Terlebih upacara di bulan puasa seperti ini. Karena pelaksanaannya bisa diatur bergantian. Kalau sekarang ada dua sajian karena belum ketemu, suatu saat pasti akan ketemu dan sajiannya akan menjadi satu, lebih besar dan lebih menampakkan semangat kebersamaan,” jelas KPH Edy Wirabhumi menjawab pertanyaan para wartawan, kemarin malam.
Di tempat terpisah, GRAy Koes Sapardiyah dan GPH Dipokusumo menggelar jumpa pers berkait dengan rencananya menggelar upacara adat keagamaan menyambut turunnya Wahyu Illahi itu, yaitu Sabtu malam setelah salat tarawih besok malam. Prosesi arak-arakan yang membawa uba rampe tumpeng sewu, akan dilaksanakan dari dalam keraton menuju Masjid Agung untuk didoakan, kemudian dibagi-bagikan.

Baca : Ngabuburit di Taman Bunga

Baca : Desa Glesungrejo Bagikan Delapan Perahu untuk Nelayan

malam-selikuran1

Sementara itu, Ketua LDA GKR Wandansari Koes Moertijah yang dimintai konfirmasi Suaramerdekasolo.com tadi sore membenarkan rencana menggelar upacara adat ”Malem Selikuran” mulai sekitar pukul 21.00 hingga selesai. Upacara adat yang melibatkan perwakilan cabang Paguyuban Kulawarga Keraton Surakarta atau Pakasa dari beberapa daerah itu, akan dimulai dari halaman Kamandungan, kemudian berjalan mengelilingi jalan lingkar Baluwarti.

”Ada berbagai komponen dalam prosesi kirab hajad dalem Malem Selikuran ini sebelum sampai di masjid Agung. Yaitu keterlibatan warga Pakasa dari berbagai daerah, yang sejak dulu tidak pernah absen. Dari cabang Pakasa Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek, kemarin meminta izin untuk sowan dan ikut kirab. Paling rata-rata tiap cabang antara 10 orang. Karena, dalam barisan prosesi itu, ada pembawa ting (lentera), hajad dalem tumpeng sewu, santiswaran dan seni hadrah,” sebut Pengageng Sasana Wilapa (kabinet) 2004 yang akrab disapa Gusti Moeng itu.

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here