Memaknai Welas Asih Lewat Kaligrafi

0
49
karya-kaligrafi
PAMERAN KALIGRAFI:e\Pengunjung menyaksikan pameran kaligrafi bertajuk Welas Asih di Balai Soedjatmoko yang digelar mulai 23-27 Mei. (suaramerdekasolo,com/Sri Wahjoedi)

SOLO.suaramerdekasolo.com – Sebanyak 39 karya kaligrafi digelar pada pameran yang berlangsung di Balai Soedjatmoko. Pameran yang berlansung sampai dengan 27 Mei itu disajikan oleh 26 seniman dari Solo dan beberapa kota lainnya. Kegiatan itu juga menghadirkan kaligrafi karya pelukis Nasirun, budayawan Sudjiwo Tedjo dan KH MUstofa Bisri mengusung tema Welas Asih pameran yang dibuka Rektor Insttus AgamaIslam Negeri (IAIN) Surakarta, Prof Dr H Mudofir SAg MPd, mencoba mengangkat kembali nilai-nilai kemanusiaan dan religi yang tinggi Welas asih bisa diberi makna sebagai cinta kasih, kejujuran, rendah hati, tanggung jawab, kedamaian,dan kesederhanaan.

Menurut Faried Wijdan Al Jufri, Karen Amstrong, seorang pengkaji terbaik agama abad ini menyebut semua nilai kemanusiaan itu dengan satu kata confension atau welas asih. Nilai welas asih merupakan kehidupan religius dan moral. Welas asih merupakan sarana memuliakan kakikat manusia untuk saling menyayangi, menghargai dan menjunjung tinggi harkat dan matabat manusian. Saat welas asih mengjawantah dalam kehidupan maka keadaban, keadilan sosial dan kemakmuran akan terwujud,” katanya.

Baca : Menguak Cinta dan Perlawanan Diponegoro

Baca : Posisi Para Penjaga Budaya Justru ”Right Man, No Place”

Berbagai bentk kaligrafi disaikan pada pameran itu. Mulai dari bentuk klasik, menata huruf dan kalimat dalam berbagai bentuk juga hadir bentuk kaligrafi yang disimbolkan dalam beragam coretan cat di kanvas. Selain dalam bentuk kaligrafi klasik ada pula sejumlah karya kaligrafi modern lewat lukisan. Beberapa obyek huruf dan kata tidak secara transparan dihadirkan. Namun disembunyikan dalam bentuk ekspresif maupun abstrak lewat simbol-simbol. Seperti karya Nasirun, Sudjiwo Tejo maupun KH Mustofa Bisri.
Hadirnya perkembangan seni kaligrafi seperti itu seakan memberi sinyal kaligrafi terus berkembang dan lebih memberikan makna sebagai karya seni estetika yang bisa dihadirkan dalam berbagai bentuk dan obyek. sebagai bagian dari estetika dan sarana syiar yang mampu menarik perhatian.(Sri Wahjoedi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here