Ngabuburit di Taman Bunga

0
42
taman-bunga-miri sragen1
MENIKMATI KEINDAHAN BUNGA: Pengunjung menikmati keindahan bunga yang ada di Taman Bunga Djasmani Farm, Desa Jeruk, Miri. (suaramerdekasolo.com/Buasini Hariwoto)

TAMAN bunga yang indah menjadi pilihan warga Sragen dan sekitarnya untuk ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa. Taman bunga itu adalah Taman Bunga Djasmani Farm, yang berlokasi di Dusun Watubucu, Desa Jeruk, Kecamatan Miri. Meski baru sekitar satu setengah bulan lalu menjadi taman bunga, tapi tempat yang berada di Jalan Raya Karanggede-Gemolong itu semakin dikenal warga.

Terbukti, banyak warga yang datang dan menyempatkan berswafoto di tempat itu. Tempat ini juga viral, karena banyak mereka yang datang, lalu mengunduh kedatangan mereka ke media sosial. Baik itu Youtube, instagram, Facebook atau Whatsapp. Muhammad Mas Ruri (47) selaku pengelola dan penjaga Taman Bunga Djasmani Farm, mengatakan, taman bunga ini dahulunya adalah tanah tegalan yang kurang subur dan tandus.

“Tanah ini milik Ahmadi salah satu warga Desa Geneng, Miri, dulu hanya ditanami palawija seperti singkong, dan kacang tanah,” kata Mas Ruri saat ditemui.

Baca : ”Gigi” Gebrak Kota Gaplek

Namun, karena kurang subur saat ditanami palawija kemudian diubah menjadi taman bunga. Ada berbagai macam bunga yang ditanam di tempat itu. Antara lain Celosia, Marigol Maharani, Krisan, Kenup, Matahari dan Bunga Kertas. Bunga-bunga yang ditanam demikian rupa itu pun mulai memperllihatkan keindahan dan pesonanya. Sebagai pelengkap, di tempat itu juga terdapat sejumlah pohon buah, seperti buah naga, kelengkeng, pisang, jeruk, pepaya, pete dan lainnya.
Mas Ruri mengungkapkan, taman bunga yang kini sedang ramai dikunjungi masyarakat itu adalah ide dan gagasan yang apik dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pusat Dakwah Muhammadiyah (MPM PDM) Sragen bekerja sama dengan. Lembaga Pengembangan Penelitian Masyarakat (LPPM), yang mana sebenarnya tanah tersebut kedepan akan dijadikan Pusat Pelatihan Pertanian Terpadu (PPPT). “Ke depan memang mau dijadikan untuk pelatihan, untuk sementara memang disini ditanami bunga untuk sosialisasi pada masyarakat, melihat respon masyarakat terkait pertanian,” tuturnya.

Baca :  Mengintip Surga-surga Wisata di Daerah Langganan Bencana
taman-bunga-miri-sragen2

KELOLA TAMAN BUNGA: Muhammad Mas Ruri, pengelola dan penjaga Taman Bunga Djasmani Farm, Desa Jeruk, Miri, yang saat ini semakin dikenal warga Sragen dan sekitarnya. (suaramerdekasolo.com/Buasini Hariwoto)

Baca : Puluhan Pelukis Hadirkan Karya Realis

Baca : Musik Ciblon Membuai Pengunjung


Selain itu juga untuk merubah tanah yang kurang produktif menjadi produktif dan ternyata respon masyarakat memang sangat positif. Tanaman bunga yang ada ditanam sejak satu setengah bulan lalu, namun ternyata sudah kecolongan sama masyarakat. Terbukti foto-foto dan video sudah menyebar luas di media sosial baik Facebook, Instagram, You Tube, Twitter sehingga menjadi viral dan banyak masyarakat yang berkunjung.
“Ini baru satu setengah bulan yang lalu, tapi sudah banyak yang datang, tidak hanya dari Sragen saja tetapi banyak juga yang dari Boyolali,” ungkapnya. Menurut dia, ke depan nanti mau ditambah beberapa spot foto seperti anjungan kapal, ayunan, tempat duduk, sarang burung, gasebo dan lainnya. Selama bulan Ramadan, taman bunga ini menjadi pilihan masyarakat untuk jalan-jalan pagi maupun menikmati sore hari.
Dian Saputri (21) pengunjung asal Sumberlawang, mengatakan dia tahu ada taman bunga di Desa Jeruk dari media sosial. Ternyata setelah datang, dia merasa betah karena banyaknya bunga yang ada., “Saya tahunya dari media sosial, datang bersama teman karena penasaran sekali setelah lihat foto dari teman,” katanya. Dian juga mengatakan, tempat itu juga gampang didatangi karena aksesnya mudah dan dekat jalan raya. Selain itu, mereka bisa bisa foto-foto dengan bebas bersama bunga-bunga. (Basuni Hariwoto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here