Kerjasama PDAM Sragen dengan Belanda Diperpanjang

0
24
ilustrasi-PDAM-sragen
FOTO ILUSTRASI

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Negoro Sragen melanjutkan kerjasama dengan perusahaan Belanda untuk pengembangan sumberdaya air. Salah satu hal yang dianggap penting adalah dari kerjasama itu berhasil menekan Non Revenue Water (NRW) atau kebocoran. Perjanjian kerjasama tersebut akan berlangsung hingga 2021 mendatang.
“Perjanjian kerjasama PDAM Tirto Negoro dengan perusahaan dari Belanda memang diperpanjang hingga 2021,” kata Direktur PDAM Tirto Negoro Supardi, belum lama ini. Dia menyampaikan beberapa waktu lalu perwakilan perusahaan Oasen dan Waterwork Belanda meninjau lanjutan program kerjasama tersebut. Ada tiga program penting yang dilakukan dalam kerjasama itu.

Baca : 150 Anak-anak Nobar Film Keris Siamang Tunggal

Yakni penurunan angka kebocoran atau NRW dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Juga program air bersih untuk masyarkat kurang mampu atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Supardi menyampaikan jika kerjasama sampai 2021 ini berjalan baik, bukan tidak mungkin masih ada perpanjangan lagi. Dia menyampaikan kerjasama ini merupakan kelanjutan ke dua setelah seharusnya selesai pada 2017 lalu. Menurut Supardi, untuk soal NRW pihaknya banyak dibantu. Ada tiga pilot project, satu di Masaran, lalu Gemolong dan di Pengkok Kedawung.

Baca : Ramadhan pun Aktif Gerakan Peduli Lingkungan

Baca : Unisri Terima Hibah Rp 1,5 Miliar

“Di Gemolong kami dibantu lima water meter senilai sekitar Rp 750 juta,” terangnya. Untuk angka kebocoran, sudah banyak mengalami kemajuan.
Pihaknya menjelaskan sejak dibantu water meter elektromagnetik dari Oasen, angka kebocoran di PDAM Sragen relatif jauh berkurang. Dia menjelaskan, pada awal kerjasama tingkat kebocoran pada 2014 berada di kisaran 42%. Sedangkan saat ini sudah berkurang menjadi 32%. Angka tersebut bahkan belum semua titik terpasang water meter pemantau di tiap saluran. ”Target nasional 20%, tetapi kebocoran nasional masih 40%. Kami sudah jauh lebih baik dengan target penurunan tiap tahun 2 persen,” tandasnya.

Baca :  Pemutihan Denda Bakal Genjot PBB

Baca : Waktu Luang usai Tes Dimanfaatkan untuk Tilawah

Dalam kerjasama ini pihak Belanda sendiri melakukan pengawasan serius. Bahkan dari Kementerian Luar Negeri Belanda memantau langsung ke Indonesia tanpa melalui pihak Oasen. Hal itu sebagai langkah evaluasi yang dilakukan. ”Dari 16 negara yang menjalin kerjasama, indonesia dalam hal ini Sragen dinilai berjalan cukup baik,” tegasnya. Dalam peningkatan SDM, ada tenaga pegawai dari PDAM Tirto Negoro yang pergi belajar menyerap ilmu ke Belanda. Juga ada dari tenaga Belanda yang datang memberikan pelatihan atau transfer ilmu kepada para pegawai PDAM Tirto Negoro. (Basuni Hariwoto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here