Pedagang Online Terdampak Pembatasan Media Sosial

0
16
pedagang-online
MENARIK PERHATIAN : Beberapa pengunjung pameran tertarik dengan produk roti gaplek Inagiri saat dipamerkan di Russia, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Kebijakan pemerintah dalam membatasi media sosial (Medsos) beberapa hari ini berimbas pada perdagangan online. Banyak pedagang online yang kehilangan pendapatan karena pelayanan media sosial dibatasi.

Seperti yang dialami Yadi pengelola usaha roti dan kue Mutiara Prima Wonogiri. Produsen Roti Gaplek Inagiri asal Kecamatan Jatisrono itu mengalami penurunan omset yang tajam pada beberapa produknya. “Pembatasan media sosial sangat berdampak kepada kami yang mengandalkan pemasaran melalui online,” katanya, Jumat (24/5).

Omset pengusaha roti gaplek itu turun sebesar 70%. Dalam situasi normal, pihaknya terkadang mampu mencetak omzet hingga Rp 5-6 juta per hari. “Kalau kondisinya tetap seperti ini, omzet kami tinggal sekitar Rp 1,5 juta per hari,” terangnya.

Baca : Menunggu Buka, Anak-anak Belajar Agama Lewat Mobil Iqra

Baca : Sidak di Pasar Palur , 38 Jenis Makanan-Minuman Ditemukan Kedaluwarsa



Pendapatan mereka menurun karena banyak pengguna online shop yang kesulitan membuka atau mengunduh foto maupun video produk yang dijual. Selain itu, pembeli juga kesulitan mengupload (mengunggah) foto struk yang menjadi bukti pembayaran. 

Pihaknya berharap fungsi media sosial kembali normal seperti sedia kala. Pasalnya perdagangan online menjadi salah satu penggerak utama perekonomian para pengusaha mikro kecil dan menengah.

Hal senada juga diutarakan Marino, pelaku usaha online di bidang desain interior, Tridaya Interior. Pembatasan media sosial itu bahkan membuat beberapa pelanggannya menunda untuk bertransaksi. Pasalnya, pihaknya tidak bisa mengunggah foto atau video contoh produk-produknya. (Khalid Yogi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here