Tetapkan Zona Integritas, Hakim PN Dites Narkoba

0
26
hakim-tes-narkoba
HAKIM ANTRE : Para hakim di lingkungan PN Karanganyar saat antre mengambil urine untuk diperiksa. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 42 hakim dan karyawan PM (Pengadilan Negeri) Karanganyar menjalani tes narkoba dan menerima penyuluhan dari Dinkes Karanganyar dan Sat Narkoba. Pemeriksaan itu melibatkan petugas dari Urkes Polres Karanganyar dan dari Dinkes Karanganyar.

Satu persatu semua menyerahkan urine untuk diuji laboratorium, ada atau tidak kandungan narkobanya. Jika positif, petugas masih meneruskan interogasi dan penyelidikan, adakah mereka meminum obat yang memiliki kandungan zat psikotropika.

‘’Sebab ada obat batuk dan obat flu yang memang di dalamnya ada kandungan psikotropika. Karena itu dalam urine-nya biasanya itu terdeteksi. Karena itu perlu keteranfgan lebih lanjut agar tidak salah duga terhadap seseorang,’’ kata Aris Listiyanto dari P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dari Peredaran Gelap Narkoba) Karanganyar, Jumat.

Baca : Pengamanan KPU dan Bawaslu Klaten Diperketat

Dia didampingi Ipda Hajar dari Satnarkoba mengatakan, pemeriksaan ini bukan karena PN termasuk wilayah rawan peredaran narkona, namun karena memang ada surat edaran agar PN jadi zona integritas wilayah.

Peredaran narkoba

Hajar menambahkan, selama ini Colomadu, Jaten, Kebakkramat, Gondangrejo yang merupakan daerah pinggir jalan dan penyangga Solo, menjadi titik rawan peredaran narkoba. Itu menjadi perhatian dari petugas.

Asminah, Ketua PN Karanganyar menambahkan, setelah ada surat dari Sekretaris Mahkamah Agung soal pembentukan zona integritas itu, pihaknya langsung mengirim surat ke pengurus P4GN untuk dilakukan pemeriksaan untuk seluruh anggotanya.

Baca : Jelang Arus Mudik Lebaran, Periksa Kesehatan Pengemudi dan Cek Kendaraan

Baca : 1001 Tumpeng dan Harapan Masa Depan Tanah Air

‘’ASN dan jajarannya harus menjadi contoh untuk kasus peredaran narkoba ini. Jangan sampai ASN malah memberi contoh yang buruk bagi masyarakat sebab terkena narkoba. Setelah ini PN akan membentuk Tim Satgas Antinarkoba di PN sebagai tindak lanjut agar semua saling mencegah jika melihat temannya memakai narkoba. Laporkan segera, proses internal, kalau masih nekat ya kita serahkan pada Satnarkoba,’’ kata dia.

Dari hasil pemeriksaan urine memang ada beberapa yang positif, namun kadarnya kecil, dan setelah ditelusuri memang sedang mengkonsumsi obat dokter yang memang mengandung psikotropika. Sehingga semua dinyatakan bersih tidak terlibat penggunaan narkoba.

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here