Empat Atlet Solo Raya ke Pelatnas ParacyclingAtlet Solo Raya, Pelatnas Paracycling, ASEAN Para Games Filipina 2019,

0
pelatnas-paracycling
PELATNAS: Atlet asal Boyolali, Iwan Susanto (tengah) memacu sepedanya bersama atlet lain dalam pelatnas paracycling di rute Solo-Klaten, Sabtu (26/5). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Cari Arena untuk Latihan Kriterium

SOLO,suaramerdekasolo.comTiga atlet dari wilayah eks Karesidenan Surakarta masuk ke pelatnas paracycling proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019. Mereka adalah para atlet pemula, yakni Iwan Susanto  asal Boyolali, Wagiyo (Karanganyar), Slamet Kardiman (Sragen) dan Ratifah (Boyolali), bersama sejumlah pembalap lain menjalani training camp (TC) National Paralypic Committee Indonesia (NPCI) di Solo.

‘’Empat orang yang berasal dari wilayah Solo Raya itu merupakan atlet-atlet pemula. Mereka baru kali pertama masuk pelatnas. Tapi pelatnas balap sepeda disabilitas memang baru kali kedua ini dilakukan,’’ kata pelatih tim pelatnas paracycling Fadilah Umar, Minggu (26/5).

Ketiga orang tersebut telah terpetakan klasifikasinya. Iwan masuk klasifikasi C 4, Wagiyo tergolong C3, Slamet Kardiman masuk C2, sedangkan Ratifah klasifikasi C4. Bersama sepuluh pembalap lain, empat atlet tersebut selalu menjalani latihan jalan raya setiap  pagi, demi meningkatkan kemampuan masing-masing.

‘’Kemampuan mereka jelas belum merata. Selain klasifikasinya berbeda, kemampuan para pemula juga relatif cukup jauh dibandingkan pembalap eks pelatnas sebelumnya,’’ tambah Umar.

Baca : Alfian Bersiap Buru Medali ke Eropa

Baca : Pembalap PPLOP Jateng Saling Bersaing

Setiap Pagi

Tim paracycling memang memilih latihan bersama pagi hari, selama bulan Ramadan. Memang hanya satu sesi, mengingat sebagian besar atlet dan pelatihnya menjalankan ibadah puasa. Sementara pada sore hari, bisa melakukan latihan ringan sendiri di pengingapan, demi menjaga kondisi fisik agar tetap bergerak.

‘’Anak-anak memang memilih pagi untuk berlatih, karena energi mereka masih cukup tinggi pada pagi hari. Tapi anak-anak masih tetap berpuasa meski mereka berlatih dalam jarak puluhan kilometer,’’ tutur Umar.

Total terdapat 14 atlet yang masuk daftar atlet pelatnas paracycling. Mereka berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. Selain empat atlet dari Solo Raya, ada tiga atlet lain dari Jateng. Mereka adalah Mistiyah (C4) asal Purworejo, M Habib Shaleh (C2) dan Achmad Zein (C5) dari Salatiga.

‘’Setelah lebaran nanti, volume dan intensitas latihan bakal ditingkatkan. Jadi latihan pagi dan sore akan diterapkan setelah lebaran,’’ ujar Umar yang juga dosen Fakultas Keolahragaan (Fkor) UNS Surakarta itu. (Setyo Wiyono)

Tinggalkan Pesan