Usai Tarawih, Bupati Sukoharjo Wedangan di Warung Angkringan

0
20
WEDANGAN : Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya ngobrol dengan Komandan Kodim Sukoharjo Letkol Inf Chandra AP saat wedangan di salah satu warung angkringan di sekitar Pasar Ir Soekarno, Minggu (26/5) malam. (Suaramerdekasolo.com/Heru susilo)

BULAN ramadan merupakan bulan yang sibuk bagi seorang pejabat apalagi Bupati. Seabrek jadwal tarawih keliling ke masjid-masjid yang ada di Kabupaten Sukoharjo, telah menanti. Namun, bagi Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, hal itu tidak pernah menghalangi silaturahminya dengan warga biasa, di luar jamaah masjid.

Sebab hampir setiap malam usai salat tarawih, Bupati bersama dengan sopir dan ajudan serta Dwi Atmojo Heri (orang kepercayaan), nongkrong di warung angkringan yang selama ini jadi langganannya. Salah satunya di sekitar SMAN 1 Sukoharjo, yaitu di warung hik milik pak Parman.
Di warung ini, bupati bukanlah sosok yang asing dan hampir seluruh pelanggan warung, sudah hafal. Sebab, bupati sudah berkali-kali datang untuk minum teh panas pahit. Bahkan di tempat ini, bupati tidak ubahnya seperti warga biasa. Tak ada kursi khusus, serta jarak antara bupati dan warga. Bahkan saking sudah akrabnya, Parman pemilik warung menyentil bupati yang sudah lama tidak terlihat nongkrong di warungnya.
“Kula niku ben dalu donga, mugi-mugi pak bupati sik wis suwe ora pinarak mriki, dalu niki kersa pinarak. Tenan donga kula diijabahi gusti, pak bupati rawuh,” ujarnya disambut tawa bupati dan pengunjung warung.
Menanggapi candaan Parman tersebut, bupati hanya tersenyum dan menjawab dengan bercanda. “Wis gek digawekne wedang, yen ora enak dikukut wae warunge” ujar bupati terkekeh.
Hobi wedangan bupati Sukoharjo di warung-warung yang jauh dari kata prestise tidak hanya kali ini saja. Jauh hari sebelumnya hal itu sudah dilakukan. Bahkan bisa dipastikan jika tidak ada tugas luar kota, bupati selalu makan malam bakmi jawa di warung bakmi langganannya di Jalan Slamet Riyadi, Sukoharjo.

Baca :  Sediakan Konsultasi Hukum Gratis

Hobi bupati yang ngeteh di warung angkringan tersebut mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan. Salah satunya Komandan Kodim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Chandra Ariyadi Prakosa. Menurut Dandim, apa yang dilakukan bupati Sukoharjo menunjukkan tidak adanya sekat antara pimpinan dan rakyat. Hal itu bisa dilihat dari materi obrolan antara bupati dan warga yang bermacam-macam dan sangat cair.
“Seperti kemarin malam (Minggu, 26/5), kebetulan pak bupati ngehik di warung angkringan timur kantor (Kodim) dan saya nimbrung. Di sana bisa dilihat jagongannya cair, bebas. Ini yang menurut saya adalah kelebihan dan merakyatnya pak bupati,” ungkap Dandim.
Bahkan menurut Dandim, dalam suasana seperti ini, apa yang dilakukan bupati bisa dijadikan contoh oleh pejabat yang lain. Yaitu tetap dekat dengan rakyat dan bisa mendengarkan keluhan serta masukan langsung. “Biasanya orang mau bertemu beliau itu susah, tetapi pak bupati malah hadir di tengah-tengah warga. Ini menurut saya luar biasa,” ungkapnya. (Heru susilo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here