Satlantas Polres Sukoharjo, Buka Tutup Jalan Jenderal Sudirman

BARIKADE : Barikade dipasang di Jalan Jenderasl Sudirman Sukoharjo Kota untuk mengantisipasi kemacetan arus di depan Pasar Ir Soekarno. Arus kendaraan dari arah Wonogiri (selatan) dialihkan ke Jalan Pemuda. (Suaramerdekassolo.com/Heru susilo)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Satlantas Polres Sukoharjo mulai memberlakukan sistem buka tutup di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di utara Kantor Pegadaian. Sistem tersebut sebagai antisipasi kemacetan biasanya terjadi di depan Satlantas dan Pasar Ir Soekarno, saat menjelang Lebaran.

Kemacetan yang terjadi di depan Pasar Ir Soekarno dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Sukoharjo, Djoko Indriyanto. Menurut dia, jika tidak diantisipasi, depan Satlantas tersebut akan menjadi salah satu titik paling rawan kemacetan. Sebab di sana akan bertemu arus dari arah Solo dan Wonogiri serta masyarakat yang belanja.
“Mendekati Lebaran, aktivitas masyarakat dalam berbelanja meningkat sehingga Jalan Jensud khususnya di depan Pasar Ir Soekarno sering macet karena di lokasi tersebut juga ada swalayan,” ujar Djoko Indriyanto.
Karena itu sebagai antisipasi, petugas memasang barikade penutupan di Jalan Jensud. Tepatnya di pertigaan Pegadaian. Dengan penutupan itu, arus lalu lintas dari arah selatan atau arah Wonogiri khususnya roda empat dialihkan ke barat masuk ke Jalan Pemuda. Sedangkan untuk sepeda motor masih dibolehkan melintas.
Setelah menyusuri Jalan Pemuda, pengguna kendaraan akan masuk Jalan Jaksa Agung R Supraprto. Di sana mereka akan mengikuti arus tersebut hingga kembali ke Jal Jensud. Tepatnya di depan Kantor Kejari Sukoharjo.
Penutupan itu sendiri tidak bersifat permanen. Penutupan hanya situasional ketika arus mudik cukup padat sehingga terjadi macet di Jalan Jensud. Jika arus mudik landai, jalur akan dibuka kembali. Khusus sebagai antisipasi agar pengguna jalan tidak tersesat atau menyasar, pihaknya sudah memasang rmabu-rmabu penunjuk arah.
“Pengguna jalan kalau sudah musim mudik sepreti ini kan dari luar kota, agar tidak menyasar ke jalan kampung kami sudah memasang petunjuk arah,” terangnya.

Terkait dengan antisipasi antrean panjang di lampu merah, Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Zamroni mengatakan, pada saat arus mudik cukup padat, ada petugas yang “standby” di setiap lampu merah.
Petugas tersebut mengatur arus lalulintas tanpa mengacu pada lampu pengatur lalu lintas. Hal itu dilakukan untuk mengatasi kemacetan panjang di setiap lampu merah. “Yang padat kan hanya dari arah utara. Kalau dari simpang lain sepi, arus lalin dari arah utara diprioritaskan,” ujarnya. (Heru Susilo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here