Tugu-tugu Perguruan Silat Dirobohkan

0
ilustrasi-tugu-pencak-silat
FOTO ILUSTRASI
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Tugu-tugu yang dibangun oleh beberapa perguruan silat di Kabupaten Wonogiri kini dirobohkan. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan potensi kerawanan yang bisa memicu konflik di masyarakat. 

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati mengatakan, ada 108 tugu perguruan silat di kabupaten tersebut yang akan dirobohkan. Hingga Sabtu (1/6), sudah ada 42 tugu yang dirobohkan. “Tugu yang dirobohkan itu terdiri atas 24 tugu Persaudaraan Setia Hati (PSH) Terate, 15 tugu PSH Winongo, dan tiga tugu perguruan silat Kera Sakti,” katanya, Sabtu (1/6).

Langkah untuk merobohkan tugu perguruan silat tersebut merupakan hasil kesepakatan antara perguruan-perguruan silat yang diprakarsai oleh Pemkab, Polres, Kodim, dan Kejaksaan Negeri Wonogiri. “Tugu-tugu itu harus dirobohkan. Tidak boleh hanya dicat polos. Setelah dirobohkan tidak boleh dibangun lagi. Perobohan tugu dilakukan sendiri oleh masing-masing perguruan dengan dipantau Polres dan Kodim,” katanya.
 
 
Baca : Pendaftar KKO Diprediksi Menyusut

Pihaknya ingin membangun kesadaran para anggota perguruan silat, bahwa ikut serta dalam perguruan silat itu untuk meraih prestasi. Perkelahian justru akan bertolak belakang dari ajaran dan tujuan perguruan silat.

Dia menambahkan, kebijakan merobohkan tugu-tugu perguruan silat mendapat dukungan dan apresiasi dari tokoh-tokoh masyarakat. Pasalnya, pembangunan tugu yang menunjukkan simbol telah diatur oleh Pemkab. Maka tugu harus dirobohkan, jika ternyata justru memicu potensi kerawanan masyarakat. 

Seperti diketahui, aksi pengerahan massa, perusakan, dan pengeroyokan yang terjadi di Wonogiri tanggal 8 Mei lalu dilatarbelakangi aksi coret-coret sebuah tugu lambang salah satu perguruan silat. Aksi itu kemudian memantik perselisihan antarperguruan silat. 

Mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramadhani bahkan menjadi korban pengeroyokan salah satu kelompok massa. Tim dari Polres Wonogiri yang didukung Polda Jateng, Rabu (29/5) telah menetapkan 25 tersangka konflik antarperguruan silat. Sembilan di antara mereka merupakan pelaku pengeroyokan mantan Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramadhani. (Khalid Yogi)
 

Tinggalkan Pesan