Candi Cetho dan Sukuh Masih Jadi Destinasi Favorit

0
DESTINASI : Objek Wisata Candi Sukuh masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit di momentum libur Lebaran 2019. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,  suaramerdekasolo.com Candi Sukuh dan Candi Cetho diprediksi masih menjadi destinasi wisata favorit selama momentum libur Lebaran 2019. Diperkirakan, jumlah pengunjung ke dua objek wisata tersebut akan naik 10 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu.
Candi Sukuh berlokasi di Dukuh Tambak, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Sementara Candi Cetho berada di Dukuh Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi.  Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar Nardi mengatakan, jumlah pengunjung pada momentum Lebaran dibandingkan hari biasa di dua candi tersebut meningkat sepuluh kali lipat. Namun tak disebutkan, berapa angka persis jumlah pengunjungnya.
“Candi Cetho dan Candi Sukuh masih jadi tujuan favorit wisatawan di momentum libur Lebaran. Tahun ini, jumlah pengunjung di momentum Lebaran mungkin bakal naik 10 persen dibanding tahun lalu,” katanya.
Berbagai persiapan sudah dilakukan, untuk menyambut kunjungan wisatawan. Seperti membersihkan area candi, hingga menyiapkan kantong-kantong parkir dan meningkatkan keamanan di sekitar objek wisata. “Untuk keamanan, kami gandeng relawan,” tuturnya.
Pengelola juga menyiapkan tim ganjal batu, untuk mengantisipasi kendaraan yang tak kuat menanjak saat akan menuju ke dua objek wisata tersebut. Sekadar tahu, medan menuju Candi Cetho dan Candi Sukuh menanjak cukup tajam. Relawan dan warga akan standby di beberapa titik tanjakan tajam, maupun di setiap tikungan  yang dinilai rawan, untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
“Relawan dan warga akan memandu dan mengarahkan kendaraan wisatawan, agar selamat sampai lokasi dan selamat saat pulang dari candi. Ganjal batu disiapkan, biar kendaraan tidak ngglondor karena tak kuat nanjak,” tandasnya.
Untuk keselamatan berkendara, Nardi mengingatkan, agar pengemudi menggunakan gigi satu saat menanjak dan menikung menuju ke objek wisata. Sementara saat pulang, pengemudi diminta tidak mematikan mesin kendaraan dan menggunakan gigi satu.  “Untuk kendaraan matic, jangan mematikan mesin dan tetap tarik gas tipis. JIka turun kabut, lampu harus dihidupkan,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

Tinggalkan Pesan