Untuk Kali Ketiga, GPH Mangkubumi Memerankan Joko Tingkir

0
214
GPH-Mangkubumi-Joko-Tingkir1
CALON KUAT PUTRA MAHKOTA : Keraton Surakarta GPH Mangkubumi tampak sedang bercanda dengan dua abdi dalem staf kantor Pengangeng Sasana Wilapa, seusai pembagian gaji pegawai atau abdidalem garap, beberapa waktu lalu. (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

 

SOLO, Suaramerdekasolo.com– Untuk kali ketiga, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) yang menggelar Pekan Syawalan dengan atraksi kirab Joko Tingkir yang mengisahkan keberangkatannya ke Keraton Pajang di sekitar abad 15, diperankan calon putra mahkota Keraton Surakarta, GPH Mangkubumi. Pemilihan bintang pemeran tokoh sentral dalam peragaan kirab gethek di Bengawan Solo yang menjadi pusat kegiatan Pekan Syawalan TSTJ itu, memang hak prerogatif panitia event setempat, tetapi tampilnya putera tertua Sinuhun Paku Buwono XIII ini seakan menjadi kesempatan untuk lebih memperkenalkan dan sosialisasi sosok yang diklaim sebagai calon pewaris tahta di Keraton Mataram ing Surakarta berikutnya.
”Saya enggak tahu bagaimana prosesnya, tetapi tiba-tiba ada surat dari panitia Pekan Syawalan yang mengajukan permohonan ke sini. Intinya minta Gusti Mangku (GPH Mangkubumi-Red) sebagai pemeran Joko Tingkir. Beliau (Gusti Mangku-Red), sudah menyatakan bersedia. Juga minta beberapa bregada prajurit yang akan menjadi pengisi prosesi kirab, dari depan kantor Kelurahan Pucangsawit (Jebres) ke tempat upacara di dalam TSTJ,” jelas Luky Arwanto, salah seorang staf Kantor Pengageng Sasana Wilapa menjawab pertanyaan Suaramerdekasolo.com, tadi siang.

Baca : THR Sriwedari Benar-benar Tamat Riwayatnya

Baca : Pihak Luar Jangan Ikut Campur, Tetapi Hormati Norma Adat

Sementara itu, GKR Wandansari Koes Moertijah selaku Pengageng Sasana Wilapa (versi 2004) sekaligus Lembaga Dewan Adat (LDA) ketika dimintai konfirmasi Suaramerdekasolo.com di tempat terpisah membenarkan pernyataan salah seorang stafnya. Dia juga mengaku, seingatnya sudah tiga kali sosok yang digadang-gadang pas sebagai calon putra mahkota itu terpilih lagi menjadi pemeran Joko Tingkir di event puncak Pekan Syawalan yang digelar TSTJ.

Baca :  Perguruan Tinggi Perlu Pelopori Festival Gamelan Anak

Selain tokoh pemeran Mas Karebet atau Joko Tingkir, panitia Pekan Syawalan juga memohon pinjam beberapa bregada prajurit keraton untuk memeriahkan arak-arakan kirab membawa ”Kupat Sewu” dan ”Apem Sewu”, dari kantor Kelurahan Pucangsawit menuju tempat upacara, bibir Bengawan Solo yang ada di dalam TSTJ.

Atas permohonan itu, Ketua Lembaga Dewan Adat yang akrab disapa Gusti Moeng itu menyatakan telah mengabulkan semua permohonan tersebut, termasuk bregada prajurit korp musik yang khas dari keraton. Sedang GPH Mangkubumi yang ditunjuk panitia Pekan Syawalan untuk memerankan Joko Tingkir, juga sudah menyatakan siap menjalankan tugas memerankan tokoh terkenal dalam kisah Keraton Pajang, tempat para leluhur Dinasti Mataram atau Keraton Mataram Surakarta berasal.

GPH-Mangkubumi-Joko-Tingkir2
CALON KUAT PUTRA MAHKOTA Keraton Surakarta GPH Mangkubumi. (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

Sosialisasi

”Dalam surat, event puncak Pekan Syawalan berlangsung Minggu pagi, 9 Juni. Prosesinya akan dimulai dari depan kantor Kelurahan Pucangsawit, berjalan kaki menuju tempat upacara, di dalam TSTJ. Katanya untuk mengarak ‘Kupat Sewu’ dan ‘Apem Sewu’,” kutip Gusti Moeng terhadap penjelasan dalam surat permohonan tersebut.
Meski penampilannya sebagai Joko Tingkir termasuk paling banyak, namun menurut Gusti Moeng sebagai hal yang biasa saja dan itu karena sepenuhnya hak prerogatif panitia Pekan Syawalan yang menentukan.

Baca : Kembali ke Asalnya, Maleman Pasa yang ”Terpukul Mundur” dari Kebon Raja

Tetapi, diakui memang ada sisi positif dengan ditunjuknya kembali GPH Mangkubumi untuk memerankan tokoh yang dilegendakan telah mengalahkan 40 buaya yang menghadangnya saat naik gethek menuju Pajang itu, yaitu kesempatan bersosialisasi dan makin dikenal luas berkaitan dengan tugas yang akan diemban sebagai calon kuat putra mahkota Keraton Mataram ing Surakarta.

Baca :  Lions Club Klaten Beri Penghargaan Pejuang Seni Budaya

Sementara itu, di tempat terpisah tokoh yang pernah menginisiasi event Pekan Syawalan dengan kirab gethek Joko Tingkir, Gembong Supriyanto, meski sudah pensiun dari kegiatan event yang pernah diinisiasi, tetapi diakui GPH Mangkubumi terhitung paling banyak diserahi tugas itu. Selain seorang putra Sinuhun Paku Buwono XIII, posisi calon pemeran Joko Tingkir itu adalah tokoh penting di keraton, apalagi ketika suksesi alih kepemimpinan di keraton kelak tiba.
”Saya kira panita tidak salah memilih beliau. Dari sisi lokasi juga dekat, gampang berkomunikasi. Otomatis dari sisi biaya operasional juga lebih ringan, karena panitia tidak perlu menyediakan tiket transpor. Kalau macam Dono Warkop (alm), Advent Bangun, Dony Kusuma, Willy Dozan dan sederetan bintang terkenal dari Jakarta yang pernah saya undang, ‘kan perlu biaya tambahan banyak. Tentu saja memberatkan keuangan panitia,” jelas mantan kreator sirkut motocross Jurug di tahun 1970-an yang menciptakan dan menggelar Pekan Syawalan di TSTJ sejak tahun 1980-an hingga 2004 itu. (Won Poerwono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here