Jangan Sampai Polisi Dituding Melakukan Disparitas Pidana

0
remaja-mobil-dinas-polisi

-Pelajar Bawa Fortuner Berpelat dan Ber-STNK Dinas Polri

BOGOR,suaramerdekasolo.com – Pria berstatus pelajar bernama Kevin Kosasih ditilang polisi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, karena menggunakan mobil Fortuner berpelat Polri. Polri berjanji akan menelusuri kasus ini.

Mobil Fortuner yang dikemudikan Kevin berwarna hitam dengan pelat dinas nomor 3553-07. STNK Dinas No 00941 ini tertera atas nama Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Staf Logistik (Slog Polri) dengan masa berlaku mulai 20 Maret 2019 sampai 19 Maret 2020, (Detik.com Senin 03 Juni 2019).

 Dr Muhammad Taufiq SH MH mengatakan, jika surat itu aseli tapi bukan kepada yang berhak pasal yang disangkakan adalah pasal turut serta korupsi sebab plat nomor Polri hanya diberikan kepada pejabat atau anggota di lingkungan kepolisian. Namun jika dia memakai STNK dan Plat palsu pasalnya pemalsuan 263 KUHP dengan ancaman 6 tahun. Melihat umurnya 24 tahun ia tidak bisa disebut anak-anak. Batas dewasa KUHP itu 18 tahun disebut anak selebihnya ia dewasa.

Baca : Sanksi Pidana Menanti Ketua KPU

Baca : Makar untuk Kivlan Zein dan Eggy Sujana itu sesuatu yang dipaksakan

muhammad-taufiq-universitas-juanda
FOTO DIRI : Akademisi Universitas Djuanda Bogor Jabar, Dr Muhammad Taufiq SH MH. (suaramerdekasolo.com/dok)


Menurut pakar pidana Universitas Djuanda Bogor, negara dalam hal ini tak boleh main-main ia harus ditahan guna memudahkan penyelidikan dari mana STNK dan plat Polri itu didapat? Jangan sampai polisi dituding melakukan disparitas pidana, perbuatan sama pasal yang sama namun perlakuan dibedakan.

Kasus ini uji integritas kepolisian, masih dianggap penegak hukum atau pelindung hukum kelompok warga tertentu. Sehingga tak cukup diselesaikan dengan tilang, tutur Taufiq yang juga Kaprodi Magister Hukum Universitas Djuanda Bogor. (Budi Santoso)

Tinggalkan Pesan