Klaten Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

0
9
siaga-darurat-kekeringan-klaten
TANGKI AIR: Truk tangki air BPBD Pemkab Klaten mulai mengirimkan air bersih ke Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang.(suaramerdekasolo.com/Achmad Hussain)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Pemkab Klaten menetapkan status siaga darurat kekeringan tahun 2019. Penetapan status ditindaklanjuti dengan pengiriman air ke desa-desa terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Klaten, Sri Yuwana Haris Y mengatakan pengiriman sudah mulai dilakukan setelah status siaga darurat kekeringan tahun 2019 ditetapkan per tanggal 20 Mei lalu.

” Sudah ditetapkan dengan SK Bupati mulai 20 Mei sampai nanti pekan ke IV bulan Oktober 2019,” jelasnya, Selasa (11/6).

Menurutnya setekah ada SK itu droping air bersih ke desa-desa rawan sudah mulai dioperasikan sejak pekan terakhir bulan Mei. Sudah ada beberapa desa yang mendapatkan droping. Pengiriman pertama tanggal 27 Mei dengan tujuan Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang; tanggal 28 Mei pengiriman ke Desa Temu Ireng, Kecamatan Jatinom; tanggal 29 Mei dikirimkan ke Desa Socakangsi, Kecamatan Kemalang; tanggal 31 Mei dikirimkan ke Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom. Masing-masing desa mendapatkan alokasi sebanyak empat tangki dengan isi per tangki 5.000 liter.

Untuk pengiriman awal difokuskan ke masjid dan mushala sebab akan digunakan masyarakat untuk melaksanakan Shalat Id. Setelah lebaran, pengiriman mulai fokus ke rumah tangga. Pengiriman dihentikan sementara saat cuti lebaran dan mulai diaktifkan lagi tanggal 10 Juni. Pengiriman pertama usai lebaran menyasar Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang.

Jumlah pengiriman air belum ke semua desa sebab BPBD mengirimkan air sesuai dengan ajuan surat resmi dari pemerintah desa. Sasaran desa rawan krisis air bersih tahun 2019 sebanyak 23 desa di sembilan kecamatan.

Baca :  Asyiknya, Fotografer Berburu Foto Pesawat Tempur Malam Hari

Desa Sasaran

Namun, tambah Haris, jumlah desa sasaran itu bisa berubah sesuai dengan kondisi di lapangan. Tahun ini kegiatan pengiriman air bersih dialokasikan di APBD 2019 sebanyak Rp 200 juta. Dana sebesar itu, lanjut Haris, untuk pengiriman 800 tangki. Apabila anggaran habis, BPBD akan menggunakan potensi dana siap pakai (DSP) sebesar Rp 539 juta.

Jumlah alokasi tahun ini berkurang dari tahun 2018. Tahun lalu direncanakan sebanyak 900 tangki tetapi hanya terealisasi sebanyak 748 tangki. Panjang musim kemarau tahun ini lebih lama dari tahun lalu dan puncaknya diperkirakan pada bulan Agustus.

Menurut Jenarto Jek, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang pasokan air utama warga dari mata air Bebeng di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta mulai menyusut. Warga sebagian ada yang mulai membeli. Harganya ada yang sudah mencapai Rp 200.000-Rp 250.000 per tangki ber kapasitas 5000 liter. Di desanya selama ini ada sebagian warga mengandalkan pasokan air dari mata air Bebeng di kabupaten tetangga.

Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu membenarkan mulai surutnya pasokan air bersih di rumah warga. Dari hasil rapat paguyuban penggurus pengguna air Bebeng ada laporan dari lapangan debit mulai berkurang. Hanya saja berkurangnya berapa belum secara detail diukur. Meskipun menurun tetapi kebutuhan air bersih warga masih tercukupi. Bagi warga yang memiliki jumlah ternak sapi dua ekor atau lebih, mau tidak mau harus mulai membeli ke tangki swasta. Harganya masih pada kisaran Rp 120.000 per tangki. (Achmad Hussain)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here