KONI Pacu Perburuan Prestasi Atlet Muda

0
10
koni-solo-buru-atlet-muda
BERLATIH: Pemanjat belia Solo, Nandito Sumenang berlatih di papan lead kompleks Stadion Manahan Solo. Atlet pelajar SD tersebut kini ditempa guna menghadapi berbagai kejuaraan. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Dispora dan Pelaku Olahraga Agar Seirama

SOLO,suaramerdekasolo.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta terus mendorong pembinaan atlet-atlet usia muda di berbagai cabang yang bernaung di bawahnya. Gatot Sugihartono, Ketua Umum KONI setempat pun memacu atlet-atlet penerus di Kota Bengawan itu agar tak henti memburu prestasi .
‘’Atlet-atlet harus mampu menunjukkan kemampuan dirinya sejak dini. Sebab pembatasan usia atlet untuk multievent, baik Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng maupun Pekan Olahraga Nasional (PON), kini terus berlanjut,’’ kata Gatot, kemarin.
Dia juga barharap kepada para atlet muda untuk meningkatkan jam terbang. Karena saat ini terus berkembang serangkaian wacana mengenai pembinaan berjenjang para atlet di Tanah Air.

Baca : Solo Kembali Bidik Tuan Rumah Porprov

Baca : Aklamasi, Parwanto Ketua KONI 2019-2023

‘’Wacana juara nasional agar fokus mengejar prestasi di tingkat Asia Tenggara, Asia bahkan dunia, serta tidak boleh lagi bersaing di Porprov, semakin berkembang. Maka harus muncul atlet-atlet muda untuk membela Solo pada Porprov mendatang,’’ kata pria yang kala masih muda pernah menggeluti sejumlah cabang olahraga itu.

Stok

Beberapa cabang memang telah menerapkan batas maksimal usia pada pesta olahraga empat tahunan Jateng, 2018 lalu, seperti sepak bola dan bola voli. Di sejumlah cabang lain, misalnya panjat tebing pun mulai digulirkan wacana pembatasan usia pada Porprov 2022 mendatang. Bahkan pemanjat Solo Alfian Muhammad Fajri yang meraih medali perak pada Asian Games 2018, sudah tidak turut diterjunkan pada Porprov lalu.
‘’Karena Alfian waktu itu mulai berkonsentrasi ke kompetisi-kompetisi internasional, maka kami merelakan dia fokus ke pelatnas. Sejumlah atlet yuniornya justru yang kami turunkan di Porprov,’’ kata manajer tim panjat tebing Solo pada Porprov 2018, Teddy Shaba.

Baca : Rp 2 M untuk Atlet dan Pelatih NPCI Solo

Gatot menambahkan, jika kepengurusan cabang-cabang olahraga di Kota Bengawan tidak memulai menggembleng atlet-atletnya sejak usia dini, dikhawatirkan bisa kehabisan stok jika wacana pembatasan umur dan penjenjangan atlet berprestasi benar-benar diterapkan secara menyeluruh.
‘’Jadi pihak-pihak terkait, pengurus dan pelaku olahraga beserta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Surakarta, harus seiring seirama dalam melakukan pembinaan sejak dini. Harapannya, potensi yang ada dapat lebih dimaksimalkan,’’ tegas Gatot.(Setyo Wiyono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here