262 Atlet Akan Ikuti Kejuaraan Tarung Bebas di Karanganyar

0
11
tarung-bebas-karanganyar
PERSIAPAN : Atlet Tebas Camp berlatih menghadapi Kejuaraan Terbuka Tarung Bebas Amatir se-Jawa Bali di sasana latihannya di Mojogedang, belum lama ini. Kejuaraan yang akan diikuti 262 atlet tarung bebas se-Indonesia itu akan digelar 15-16 Juni mendatang. (suaramerdekasolo.com/dok)
KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Sebanyak 262 fighter dari 49 camp se-Indonesia, bakal mengikuti Kejuaraan Terbuka Tarung Bebas Amatir se-Jawa Bali, yang digelar Terate Tarung Bebas (Tebas) Camp di Karangpandan, Sabtu-Minggu (15-16/6). 
Mereka akan berkompetisi memperebutkan gelar petarung terbaik, dalam arena yang digelar di kompleks gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Karangpandan. 
Atlet dari tiga camp terkemuka, yakni Rambo Camp Semarang, Lindu Aji Semarang dan Hans Academy Solo bakal ikut serta, dalam kejuaraan Tarung Bebas Indonesia (TBI) yang baru pertama kali digelar di Karanganyar tersebut. 
 
Baca : Perenang NPCI Jaga Peluang Menuju Tokyo 2020

Manajer Tebas Camp Darmanto mengungkapkan, Karanganyar memiliki banyak atlet tarung bebas potensial. 
“Dari Tebas Camp mengirimkan 23 atlet untuk ikut berkompetisi di kejuaraan ini. Kami menargetkan gelar juara umum dengan menyabet 13 medali emas. Lima atlet senior Tebas Camp ikut bertanding, selain atlet-atlet muda potensial yang diharapkan mampu berprestasi bagus,” katanya, saat jumpa pers menjelang event, kemarin.  
Kejuaraan tersebut menjadi ajang pembuktian bagi atlet lokal, untuk mampu berprestasi di level nasional. 
Dijelaskan Darmanto, seluruh atlet akan berlaga di arena berukuran 8 x 8 meter, di lapangan sebelah timur kompleks BLK Karangpandan. Mereka akan bertanding dengan sistem gugur. 
“Untuk penilaiannya, siapa yang berhasil menjatuhkan lawan, dia yang menang. Penilaian dihitung dari pukulan atau tendangan dari perut ke atas. Jadi berbeda dengan pertandingan MMA (mixed martial arts),” jelasnya. 
 
Baca : Warga Diajak Jaga Kerukunan

Pertandingan akan berlangsung sebanyak tiga ronde, dengan durasi tiap ronde selama 2 menit. Sebanyak 60 juri dan wasit dihadirkan dari berbagai federasi olahraga beladiri dihadirkan, untuk mengawasi dan menilai jalannya pertandingan. 
Darmanto menambahkan, selain mengenalkan olahraga tarung bebas, event tersebut juga sekaligus untuk mengenalkan Karanganyar agar lebih dikenal masyarakat luas. 
“Jadi ada misi untuk mengangkat nama Karanganyar juga. Setelah pertandingan, seluruh atlet nanti akan diajak berkeliling ke beberapa objek wisata yang ada di Bumi Intanpari,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 
Baca :  Perenang Solo Segera Mulai Perburuan Medali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here