Ini Penjelasan Lion Air Terkait Perkembangan Pemberitaan Utang Perusahaan

0
tarif-pesawat-lionair
FOTO ILUSTRASI

JAKARTA,suaramerdekasolo.com Lion Air member of Lion Air Group menyampaikan klarifikasi sehubungan perkembangan pemberitaan mengenai utang Lion Air mencapai Rp 614.000.000.000.000 (enam ratus empat belas triliun Rupiah), bahwa informasi utang atau berpotensi utang serta akan menjadi beban pihak lain adalah tidak benar.
Melalui rilis yang diterima suaramerdekasolo.com yang disampaikan oeh Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro
Lion Air Group benar melakukan pemesanan armada (order) lebih dari 800 pesawat udara dari berbagai pabrikan pesawat (aircraft manufacture) di seluruh dunia.

“Saat ini, Lion Air Group telah menerima lebih dari 340 pesawat dari total pesanan dimaksud dan sudah mengoperasikannya di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand,” kata Danang.
Namun demikian, pihak Lion Air menyampaikan sejumlah hal terkait isu-isu yang beredar di media sosial belakangan ini.

Baca : Lion Air Catat Kinerja Ketepatan Waktu 89,73 Persen

Baca : Penjelasan Harga Jual Tiket Lion Air Rute Penerbangan Soekarno-Hatta ke Pekanbaru

Lion Air dengan ini menyampaikan, bahwa:

1.Pendanaan dalam pengadaan pesawat udara dilakukan menggunakan berbagai metode/ cara (tidak semua pesawat diperoleh dengan cara meminjam dana).

2.Pesanan pesawat udara tersebut, tidak semua akan dioperasikan di Indonesia.

3.Pengadaan pesawat tidak dijamin oleh siapapun dan tidak menjaminkan siapapun, kecuali Lion Air sendiri yang bertanggungjawab atas pengadaan pesawat yang dilakukan dengan jaminan aset perusahaan, termasuk pesawat yang dibeli. Apabila pesawat tersebut disewa, maka tidak diperlukan adanya jaminan

Baca : Lion Air Sambut Era Baru Perjalanan Rute Jarak Jauh

“Saat ini, kondisi operasional dan keuangan Lion Air dalam keadaan normal dan berjalan lancar,” tegas Danang.

Lion Air menegaskan sesuai pandangan dan analisis tajam bisnis ke depan, Lion Air bersama anggota Lion Air Group yang lain akan terus melakukan pengembangan bidang usaha dan rute (ekspansi bisnis).

Terkait adanya penyebaran informasi yang tendensius, menyesatkan dan menyudutkan perusahaan serta pemilik perusahaan, Lion Air sedang mempelajari untuk menentukan langkah-langkah berikutnya. (Budi Santoso)

Tinggalkan Pesan