Keraton Surakarta dan Yogyakarta Sama-sama Ada Mangkubumi

0
92
mangkubumi-calon-putra-mahkota1
CALON PUTRA MAHKOTA GPH Mangkubumi yang didampingi para pinisepuh kerabat darah dalem, mulai diperkenalkan kepada publik dengan ngampil (membawa) pusaka dalam ritual menyambut 1 Sura yang digelar Keraton Surakarta, beberapa waktu lalu. (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

* Keduanya Calon ”Putra Mahkota”

TAHUN 2010, anak lelaki tertua Sinuhun Paku Buwono (PB) XIII yang bernama GRM SuryoSuharto menjalani wisuda untuk menyandang nama Gusti Pangeran Haryo (GPH) Mangkubumi. Perubahan nama yang selalu terjadi di lingkungan masyarakat adat sesuai norma adat atau paugeran yang berlaku di situ, karena tokoh yang berubah nama itu adalah calon kuat pengganti Sinuhun PB XIII, atau yang kelak berhak jumeneng nata di Keraton Mataram ing Surakarta Hadiningrat sebagai Sinuhun PB XIV.

Perubahan nama secara adat memang bukan hal baru dan aneh di lingkungan masyarakat adat yang memiliki paugeran atau aturan adat, yang menjadi semacam ”konstitusi” yang berlaku di lingkungan penerus Dinasti Mataram, karena merupakan kesepakatan para pendiri Dinasti Mataram di antaranya adalah Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Giring.

”Konstitusi” secara ”hawi carita” (lisan) yang secara turun-temurun dijaga dan dipatuhi para pewaris dan penerus dinasti, antara lain menyebutkan perubahan nama dan gelar seiring dengan perjalanan usia khusus di lingkungan keluarga raja, termasuk jika ada seorang anak lelaki tertua dari garwa padmi (permaisuri) atau anak lelaki tertua dari garwa ampil (selir) bila raja tidak punya permaisuri, sesuai tahapan adat disiapkan menjadi calon pengganti jumeneng nata atau calon putra mahkota.

Baca : Pihak Luar Jangan Ikut Campur, Tetapi Hormati Norma Adat

Baca : Pilih Ikut Gusti Moeng, Karena tak Diakomodasi

Sebab itu, sembilan tahun silam ketika Sinuhun PB XIII belum dinyatakan menderita cacat tetap (Pengadilan Negeri Karanganyar 2015-Red), di Pendapa Sasanasewaka dilangsungkan tahapan secara adat mempersiapkan calon putra mahkota yang ditandai dengan perubahan nama, yang disaksikan semua yang sowan ngabyantara dalam ritual tingalan jumenengan 2010, waktu itu.

mangkubumi-calon-putra-mahkota2
CALON PUTRA MAHKOTA GPH Mangkubumi dalam penampilan bersahaja santai ketika berada di luar Keraton Surakarta. (Suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

GRM Suryo Suharto diwisuda menjadi calon kuat putra mahkota dan diberi gelar Gusti Pangeran Haryo (GPH) di depan nama kecil Suryo Suharto yang sudah diganti menjadi Mangkubumi karena sudah dewasa.
”Tetapi yang ini (GPH Mangkubumi-Red) berubah nama, bukan hanya karena sudah dewasa. Tetapi karena dia disiapkan menjadi calon putra mahkota.

Halaman: First |1 | 2 | 3 | Selanjutnya → | Last

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here