Disudutkan Atas Somasi Pengacara, Grasima Siap Hadapi Jalur Hukum

0
51
Somasi-PT-Graha-Pondasi-Utama3
BUKTI SERTIFIKAT : Direktur Marketing PT Graha Pondasi Utama, Suratno menunjukkan bukti foto copy sertifikat pembelian tanah kepada wartawan. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

 SOLO,suaramerdekasolo.com– Disomasi oleh pengacara agar proyek pembangunan perumahan di Karanggeneng, Boyolali dihentikan, PT Graha Pondasi Utama (Grasima) tidak mengubris somasi tersebut.
Justru pihak Graha Pondasi Utama yang diwakili Direktur Marketing, Suratno meminta agar somasi pengacara yang diberitakan beberapa kali oleh media online sekilasindo.com dihentikan.
Pasalnya pemberitaan yang muncul selama tiga kali di www.sekilasindo.com tanpa ada konfirmasi dari pihak PT Graha Pondasi Utama.
”Kami merasa disudutkan atas pemberitaan sekilasindo.com yang tidak berimbang. Tanpa konfirmasi kepada kami, beritanya bisa tayang,” jelasnya.

Baca : PT Graha Pondasi Utama Sanggah Pembangunan Perumahan Grasima Regency Boyolali Tak Berizin

Tiga pengacara, Misbakhul Munir SH, Agus Susanto SH dan Samsul Bahri SH yang terkabul dalam AM Munir dan rekan yang beralamat di Jakarta Barat sebagai kuasa hukum dari Amri dan Rosidah dalam somasinya menganggap PT Graha Pondasi Utama menyalahi aturan hukum dalam perkara penggelapan benda yang tidak bergerak dan tipu daya dalam pembelian tanah tegalan di Karanggeneng, Boyolali milik Suminah. Sebab tanah tersebut masih sengketa. Dimana kakak kandung Suminah yakni Supinah dan adik kandung Suminah yakni Supiah berdasar somasi masih mempunyai hak atas tanah tegalan yang telah disertifikatkan atas nama Suminah.
”Padahal kami membeli tanah tegalan milik Suminah sudah sesuai aturan yang berlaku dan telah disahkan oleh notaris,” terang Suratno mewakili PT Graha Pondasi Utama.

Baca : Soal Gugatan Hasil Pemilu 2019, Bawaslu Siap Berikan Keterangan di MK

Bahkan pembelian tanah tegal milik Suminah, lanjut Suratno, sudah mendapat izin dan disetujui empat anaknya. ”Namun kenapa seorang bernama Amri, anak dari Supiah dan Rosidah, anak dari Supinah mempermasalahkan jual-beli tanah tegalan milik Suminah kepada PT Graha Pondasi Utama,” terangnya.

Pihak PT Graha Pondasi Utama awalnya sebenarnya tidak mengubris somasi tersebut dan akan menghadapi secara hukum apabila permasalahan yang timbul dilaporkan ke institusi penegak hukum.
”Kami siap menghadapi secara hukum. Sebab kami membeli tanah sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tandas Direktur Marketing perusahaan properti tersebut dalam jumpa pers di Boga-Bogi, Jumat (14/6).
Somasi yang dialamatkan ke PT Graha Pondasi Utama, dinilai Suratno, salah alamat.
Pasalnya tanah tegalan milik Suminah kalau memang masih bersengketa, lanjut dia, itu urusan internal keluarga Suminah, Supinah dan Supiah.

Baca : Kasus Dugaan Penyimpangan APBDes Diusut, Puluhan Warga Geruduk Kantor Kejaksaan

”Namun kenapa perusahaan kami yang membeli tanah tegalan tersebut secara sah kok disomasi dan diberitakan media online tanpa ada konfirmasi dari kami. Pemberitaan yang menyudutkan sangat merugikan pihak kami,” tegasnya didampingi sejumlah pimpinan PT Grasima sebagai pengembang Grasima Regency yang beralamat di Ruko Perum Bumi Singkil Indah Karanggeneng, Kecamatan/Kabupaten Boyolali. (Sri Hartanto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here