Tim Pelatnas Sepak Bola CP Akan Gelar Uji Coba

0
5
PELATNAS: Pelatih tim pelatnas sepak bola celebral palsy Anshar Ahmad memberikan arahan kepada para atletnya pada latihan di lapangan Baturan, Colomadu, Jumat (14/6). (Suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) merancang agenda pertandingan uji coba sebelum menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2019. Skuad yang menjalani training camp (TC) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di Solo tersebut direncanakan mengadakan try in melawan tim ‘’7 a side football’’ di Tanah Air, serta try out ke luar negeri.

“Try in dijadwalkan pada Juli mendatang, namun kami belum menentukan tim NPCI provinsi mana yang akan jadi lawan latih tanding. Sementara untuk try out, kami masih mencari event yang tepat di luar negeri pada kisaran Oktober mendatang,’’ kata pelatih kepala tim pelatnas sepak bola CP, Anshar Ahmad, Jumat (14/6).

Tim lawan dari dalam negeri yang belum ditetapkan, merupakan salah satu peserta pertandingan cabang sepak bola CP pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Jabar tahun 2016 silam. Dinamakan ‘’7 a side football’’ karena hanya ada tujuh pemain dalam satu tim yang bertarung di lapangan berukuran 50 x 70 meter.

Menurutnya, try in dan try out dibutuhkan guna mengasah mental bertanding para pemain. Selain itu demi melakukan evaluasi tim dan koreksi terhadap kekurangan-kekurangan yang masih terjadi. “Maka laga uji coba menghadapi sesama tim sepak bola CP sangat dibutuhkan,’’ ujarnya.

Pelatnas yang bermarkas di lapangan Baturan, Colomadu itu menempa 14 pemain dari berbagai daerah di Tanah Air. Mereka digembleng materi fisik dan teknik, guna persiapan memburu target medali emas pada APG Filipina 2019, tapi rencananya digelar awal 2020 itu. “Kerangka tim sudah ada, sebagian besar para atlet yang mengantarkan Indonesia merebut emas pada APG Malaysia 2017,’’ ungkap Anshar.

Baca :  Silat Buru Empat Emas di Belgia

Mantan pemain Arseto Solo tersebut terus-menerus mengingatkan agar Amin Rosyid dkk fokus pada peningkatan kemampuan diri dan kerja sama tim. Dia yang dibantu asisten pelatih Afif Bayu dan Pomo Warih juga memompa kepercayaan diri pemain. Pada akhir Juni mendatang, rencananya tim tersebut akan menjalani laga persahabatan melawan tim sekolah sepak bola (SSB) lokal di Kota Bengawan. ‘’Kalau latih tanding lawan tim umum, biasanya lawan anak-anak adalah tim SSB berusia 14 tahun,’’ jelasnya.(Setyo Wiyono)

    

2 Lampiran

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here